BBYB incar dividen dua tahun, fokus atasi kerugian terhimpun

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 24x dilihat
BBYB incar dividen dua tahun, fokus atasi kerugian terhimpun


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) memiliki rencana untuk membagikan dividen dalam dua tahun ke depan. Saat ini, perseroan fokus pada pemulihan kinerja keuangan dengan menyelesaikan saldo rugi ditahan (retained loss).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, menyatakan bahwa pembagian dividen belum bisa dilakukan karena masih ada saldo rugi ditahan yang perlu diselesaikan.

“Belum, karena kami masih menghadapi retained loss,” ujar Eri usai paparan publik di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Sementara itu, Chief Financial Officer Bank Neo Commerce, Sufan Triantio, menargetkan agar saldo laba ditahan (retained income/RI) perseroan kembali positif pada 2027. Dengan demikian, peluang pembagian dividen baru akan terbuka setelah periode tersebut.

“Harapannya retained income bisa positif di 2027. Proses perbaikannya sekitar dua tahun ke depan,” jelas Sufan.

Pada 2024, saldo retained loss Bank Neo Commerce tercatat sebesar Rp 2,27 triliun. Saat ini, jumlah tersebut telah menyusut sekitar Rp 500 miliar.

Artinya, masih terdapat sekitar Rp 1,5 triliun yang perlu ditutup sebelum perseroan membukukan laba ditahan positif.

Meski demikian, Eri tetap optimistis bahwa pemulihan kinerja keuangan dapat berlangsung lebih cepat. Ia berharap setidaknya sebagian besar saldo kerugian tersebut dapat diselesaikan dalam dua tahun ke depan.

“Kalau bisa, setengah-setengahnya dalam dua tahun,” kata Eri.

Dari sisi pergerakan saham, Eri menilai penguatan harga saham BBYB belakangan ini mencerminkan apresiasi pasar terhadap perbaikan fundamental perseroan, terutama setelah bank kembali mencatatkan profitabilitas.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi milestone penting karena mampu memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, investor ritel, hingga regulator.

“Kami perbaiki dulu fondasinya. Setelah filter risiko di depan sudah kuat, baru ekspansi bisa ditingkatkan lagi,” pungkas Eri.

Strategi Pemulihan Kinerja Keuangan

Bank Neo Commerce memiliki strategi jangka panjang untuk memperbaiki kinerja keuangan. Berikut beberapa langkah utama yang sedang dilakukan:

  • Penyelesaian Retained Loss: Perseroan fokus pada penyelesaian saldo rugi ditahan yang saat ini masih mencapai sekitar Rp 1,5 triliun. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
  • Peningkatan Profitabilitas: Dengan adanya peningkatan profitabilitas, Bank Neo Commerce berhasil membangun kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk investor dan regulator.
  • Perbaikan Fondasi Keuangan: Fokus utama adalah memperkuat fondasi keuangan, termasuk manajemen risiko dan stabilitas modal.

Tantangan dan Harapan

Meskipun ada tantangan dalam proses pemulihan, Bank Neo Commerce tetap optimis. Berikut beberapa harapan yang disampaikan oleh manajemen:

  • Mencapai Retained Income Positif: Target utama adalah mencapai laba ditahan positif pada 2027, sehingga pembagian dividen dapat dilakukan.
  • Peningkatan Kinerja Saham: Perbaikan kinerja keuangan berdampak positif pada harga saham BBYB, yang kini mulai menunjukkan tren positif.
  • Pemulihan Lebih Cepat: Eri berharap proses pemulihan kinerja keuangan dapat berjalan lebih cepat dari estimasi awal.

Kesimpulan

Dengan komitmen untuk memperbaiki kinerja keuangan dan mencapai target laba ditahan positif, Bank Neo Commerce berharap dapat segera membagikan dividen kepada pemegang saham. Proses ini membutuhkan kesabaran dan strategi yang tepat, namun manajemen percaya bahwa langkah-langkah yang diambil akan memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan