
Pengumuman Pembelian Kembali Saham oleh BCA
PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp 5 triliun. Aksi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan nilai saham bagi para pemegang saham.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa periode buyback akan berlangsung mulai tanggal 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026. Durasi tersebut mencakup maksimal tiga bulan sejak tanggal pengumuman resmi hari ini. Ia menjelaskan bahwa aksi korporasi ini telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami ingin menyampaikan bahwa BCA hari ini akan melakukan pembelian kembali saham perusahaan. Mulai hari ini, kami akan memberikan pengumuman bahwa BCA akan melakukan pembelian kembali saham perusahaan atau shares buyback senilai maksimal Rp 5 triliun," ujar Hera dalam konferensi pers, Senin (20/10/2025).
Prinsip Good Corporate Governance
Hera menekankan bahwa dalam menjalankan kegiatan operasional, BCA selalu mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan semua peraturan serta ketentuan yang berlaku. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bisnis.
Adapun, sesuai dengan POJK Nomor 13 Tahun 2023, pekerja BCA dilarang melakukan transaksi saham BCA selama periode buyback oleh perusahaan. Aturan ini bertujuan untuk mencegah adanya konflik kepentingan dan menjaga integritas pasar.
Performa Saham BBCA
Berdasarkan pantauan, saham BBCA hingga akhir perdagangan hari ini berada di level 7.857 atau menguat 5 persen setara 375 poin. Meskipun demikian, sepanjang tahun atau year to date (ytd), saham BBCA telah terkoreksi 18,6 persen setara 1.800 poin dari level semula di 9.675 per saham.
Kinerja Keuangan BCA
Sebagai informasi, BCA mencetak laba bersih sebesar Rp 43,4 triliun pada kuartal III-2025. Angka ini naik 5,7 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit juga tercatat sebesar 7,6 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 944 triliun per September 2025.
Strategi Jangka Panjang
Pembelian kembali saham ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap para pemegang saham, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur modal perusahaan. Dengan peningkatan kinerja keuangan dan pertumbuhan kredit yang signifikan, BCA menunjukkan kemampuan untuk tetap stabil dan berkembang di tengah dinamika pasar.
Dengan berbagai inisiatif yang diambil, BCA terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab sosial. Hal ini menjadikan BCA sebagai salah satu bank terdepan di Indonesia yang mampu menghadapi tantangan pasar dengan baik.