Beda Nasib, Haikal Selamat Setelah Bertahan 3 Hari di Puing Ponpes Al Khoziny, Temannya Meninggal

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Beda Nasib, Haikal Selamat Setelah Bertahan 3 Hari di Puing Ponpes Al Khoziny, Temannya Meninggal
Beda Nasib, Haikal Selamat Setelah Bertahan 3 Hari di Puing Ponpes Al Khoziny, Temannya Meninggal

Peristiwa Runtuhnya Mushala di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Peristiwa tragis terjadi di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, saat mushala tiga lantai ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, para santri sedang menjalani Salat Asar, sehingga banyak dari mereka terjebak dalam reruntuhan bangunan. Kejadian ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka yang cukup besar.

Haikal Selamat Setelah Terjebak Tiga Hari

Salah satu korban yang berhasil dievakuasi adalah Haikal, seorang santri yang bertahan selama tiga hari di bawah reruntuhan mushala. Ia dikeluarkan dalam kondisi masih hidup dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pengalaman Haikal menjadi viral setelah video yang menunjukkan dia berkomunikasi dengan petugas SAR beredar luas di media sosial.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Ada dua korban yang berhasil dievakuasi. Salah satunya Haikal dalam keadaan masih hidup,” kata seorang petugas di lokasi kejadian. Meski Haikal selamat, nasib berbeda dialami temannya yang juga terjebak. Korban tersebut meninggal dunia saat dievakuasi.

Kepala Basarnas Konfirmasi Dua Korban Meninggal

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, mengonfirmasi adanya dua korban yang berhasil dievakuasi. “Satu meninggal dunia,” ujarnya. Dengan tambahan korban ini, jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa runtuhnya gedung tiga lantai tersebut mencapai empat orang.

Data sementara menyebutkan bahwa total korban meninggal dunia mencapai empat orang, 23 orang mengalami luka berat, dan 75 orang luka ringan. Namun, data tersebut masih dinamis karena evakuasi masih terus dilakukan.

Proses Evakuasi Berlangsung Keras

Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kesabaran dan ketelitian. Petugas SAR bekerja sama dengan relawan dan pihak terkait untuk memastikan semua korban bisa dievakuasi dengan aman. Pemindaian dan penggalian dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban yang masih terjebak.

Beberapa teknik khusus digunakan dalam proses evakuasi, seperti penggunaan alat pendengar dan pencari korban. Semua upaya dilakukan untuk memaksimalkan kesempatan selamat bagi para korban.

Faktor Penyebab Kebakaran atau Keruntuhan?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari runtuhnya mushala tiga lantai masih dalam penyelidikan. Beberapa kemungkinan yang muncul meliputi struktur bangunan yang tidak kuat, penggunaan bahan yang tidak memadai, atau bahkan faktor eksternal seperti cuaca buruk. Namun, belum ada informasi resmi yang diberikan oleh pihak berwenang.

Dampak Psikologis bagi Para Santri

Selain kerugian fisik, kejadian ini juga memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi para santri. Banyak dari mereka mengalami trauma akibat kejadian yang sangat tak terduga. Diperlukan intervensi psikologis untuk membantu mereka pulih dan kembali normal.

Sementara itu, keluarga korban juga sedang berduka atas kehilangan yang mereka alami. Pihak ponpes dan pemerintah setempat telah menyiapkan bantuan berupa dukungan finansial dan psikologis bagi keluarga korban.

Upaya Pemulihan dan Perbaikan Bangunan

Setelah kejadian ini, pihak ponpes dan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur bangunan yang ada. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan keselamatan para santri serta pengurus pondok pesantren di masa depan.

Selain itu, rencana perbaikan dan pembangunan ulang mushala juga sedang dipertimbangkan. Diharapkan, bangunan baru akan lebih kokoh dan mampu menahan beban berat serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan