
Perusahaan yang Siap Melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan bahwa hingga saat ini terdapat sembilan calon emiten yang sedang dalam proses persiapan untuk mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang akan melakukan IPO memiliki latar belakang yang beragam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat enam perusahaan dalam pipeline yang termasuk ke dalam skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. Selanjutnya, satu perusahaan lainnya masuk dalam kategori aset menengah, yaitu antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, dua perusahaan lainnya berada dalam kategori kecil, dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
Menurut laporan Nyoman, hingga tanggal 19 Desember 2025, telah tercatat sebanyak 26 perusahaan yang berhasil mencatatkan saham di BEI. Dana yang berhasil dihimpun dari seluruh IPO tersebut mencapai total sebesar Rp 18,11 triliun.
Daftar Sektor yang Mengantre IPO
Berikut adalah jumlah perusahaan yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektornya:
- Sektor Material Dasar: 2 perusahaan
- Sektor Energi: 1 perusahaan
- Sektor Finansial: 3 perusahaan
- Sektor Industri: 1 perusahaan
- Sektor Teknologi: 1 perusahaan
- Sektor Transportasi dan Logistik: 1 perusahaan
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa sektor finansial menjadi yang paling banyak mengantre IPO, disusul oleh sektor material dasar dan energi.
Rights Issue yang Masih Berlangsung
Selain IPO, Nyoman juga menyampaikan informasi mengenai rights issue yang sedang berlangsung. Hingga tanggal 19 Agustus 2025, telah terdapat 14 perusahaan yang berhasil menerbitkan rights issue dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp 28,11 triliun.
Ia menambahkan bahwa masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI. Perusahaan tersebut berasal dari sektor infrastruktur, yang menunjukkan bahwa sektor ini juga mulai menunjukkan minat untuk memperluas modal melalui mekanisme rights issue.
Tren Pasar Modal Indonesia
Tren positif dalam pasar modal Indonesia terlihat dari jumlah perusahaan yang siap melakukan IPO maupun rights issue. Hal ini menunjukkan bahwa investor dan pelaku bisnis semakin percaya diri untuk memperluas kegiatan usaha mereka melalui pasar modal. Dengan adanya berbagai sektor yang terlibat, baik sektor industri, teknologi, maupun infrastruktur, pasar modal Indonesia terus berkembang dan menawarkan peluang yang beragam bagi para pemangku kepentingan.
Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa BEI tetap menjadi salah satu tempat utama bagi perusahaan untuk memperoleh pendanaan. Dengan adanya berbagai jenis instrumen seperti IPO dan rights issue, BEI memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan mereka.
Selain itu, peningkatan jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI juga menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin diminati oleh berbagai kalangan, baik dari segi ukuran perusahaan maupun sektor usaha. Dengan adanya diversifikasi sektor dan jumlah perusahaan yang terus bertambah, pasar modal Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.