
Pencapaian Menonjol Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pencapaian yang luar biasa dalam hal rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH saham. Angka tersebut telah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 18 triliun per hari, jauh di atas target tahun ini yang sebesar Rp 13,3 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi catatan membanggakan bagi pasar modal nasional. “Saya rasa bahwa kalau kita lihat, hari ini rata-rata transaksi harian kita tembus Rp 18 triliun. Kalau teman-teman ingat bahwa target kita tahun lalu itu di Rp 13,3 triliun, ternyata tembus 18 triliun. Jadi ini hal yang membanggakan,” ujar Iman Rachman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Selasa (30/12).
Kinerja Instrumen Pasar Modal
Iman menjelaskan bahwa geliat transaksi di BEI tidak hanya ditopang oleh saham. Instrumen obligasi juga menunjukkan kinerja solid dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 6,5 triliun per hari. Selain itu, instrumen non-stock seperti Warren, Reit, Structure Warren, Single Stock Futures, dan derivatif juga mencatatkan nilai transaksi harian sebesar Rp 7,6 triliun.
- Dalam beberapa bulan terakhir, pengembangan pasar karbon masih terus berjalan. Meski demikian, sejak diluncurkan satu dekade lalu, transaksi di sektor tersebut telah mencapai puluhan miliar rupiah.
- “Karbon kita namun masih dalam pengembangan, sejak diluncurkan 10 tahun lalu, transaksinya sudah sekitar Rp 30 miliar,” imbuhnya.
Posisi Strategis Bursa Efek Indonesia
Di sisi lain, kapitalisasi pasar, BEI juga mencatat posisi strategis di kawasan dan global. Dengan capaian market capital tembus Rp 16 triliun pada tahun 2025, ia mengatakan bahwa di dunia peringkat RI sudah masuk ke dalam 20 besar.
Namun, ia menambahkan, jika dilihat dari transaksi harian dalam denominasi dolar AS, performa BEI semakin kompetitif. Pasalnya, dengan total market cap Rp 16 triliun atau USD 1 miliar, posisi Indonesia berada di posisi kedua, di atas Thailand dan Singapura.
- Iman Rachman menyampaikan bahwa secara market cap, di ASEAN kita nomor satu.
- “Kalau market cap kita Rp 16 triliun, kita sudah di atas dari ASEAN. Bahkan di dunia market cap kita sudah 20 besar,” jelas Iman.
Kompetitivitas Transaksi Harian
Tetapi kalau kita bicara transaksi harian, Rp 16 triliun ini dalam US Dollar term, yaitu sekitar USD 1 miliar, di mana kita sekarang ini termasuk salah satu, 1 billion stock exchange, kita hanya sedikit di bawah Thailand. Di mana kalau kita lihat tahun-tahun sebelumnya, kita hampir biasanya cukup jauh dengan Thailand. Tetapi kita sudah di atas Singapura, Vietnam, dan Malaysia,” tukas Iman.