
aiotrade.CO.ID – JAKARTA
Pada perdagangan hari terakhir tahun ini, Selasa (30/12/2025), Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka enam saham yang sebelumnya sempat dihentikan sementara karena lonjakan harga yang dinilai tidak wajar. Keenam saham tersebut yaitu PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dengan dibukanya suspensi ini, maka keenam saham tersebut dapat ditransaksikan kembali mulai dari perdagangan sesi I tanggal 30 Desember 2025. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar dan memastikan transparansi dalam perdagangan saham.
Menurut pendapat Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta, lonjakan harga saham-saham tersebut terjadi tanpa adanya aksi korporasi, penguatan laporan keuangan emiten, atau rencana strategi bisnis yang akan dikembangkan ke depannya. Sehingga, pergerakan harga tersebut dinilai sebagai unusual market activity atau aktivitas pasar yang tidak biasa.
Nafan menegaskan bahwa pergerakan harga yang terlalu agresif tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Dalam hal ini, ia mengingatkan investor untuk lebih waspada dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.
Selain itu, Nafan juga menyebut bahwa harga saham-saham emiten di atas dinilai relatif kurang likuid dan bahkan tidak likuid. Kondisi ini membuat risiko penurunan harga menjadi lebih tinggi jika terjadi koreksi tajam.
Oleh karena itu, Nafan menyarankan investor untuk tidak gegabah dalam melakukan transaksi pada saham-saham tersebut. Ia cenderung menyarankan para investor untuk lebih fokus pada saham-saham lain yang memiliki likuiditas lebih baik.
“Jadi wajar apabila rekomendasi yang saya sampaikan itu sell on strength seperti yang saya sampaikan di atas,” ujar Nafan kepada aiotrade, Selasa (30/12/2025).
Strategi sell on strength yang direkomendasikan oleh Nafan bertujuan untuk mengamankan keuntungan yang telah diraih serta mengantisipasi potensi koreksi tajam di kemudian hari. Hal ini menjadi penting mengingat fluktuasi harga yang tidak stabil bisa berdampak signifikan pada portofolio investor.
Beberapa langkah yang dapat diambil oleh investor antara lain:
- Mempertimbangkan kebijakan manajemen risiko dengan membatasi jumlah saham yang diperdagangkan.
- Mengamati tren pasar secara keseluruhan dan tidak hanya terpaku pada satu saham saja.
- Memperhatikan indikator teknikal dan fundamental untuk mendukung pengambilan keputusan investasi.
Dengan demikian, investor dapat lebih siap menghadapi volatilitas pasar dan mengoptimalkan hasil investasi mereka.