
Langkah Awal BEI untuk Menekan Praktik Saham Gorengan
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempersiapkan langkah awal dalam upaya menekan praktik saham gorengan yang sering kali merugikan para investor ritel. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penguatan seleksi perusahaan yang akan melantai di bursa. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan bahwa pengawasan pasar modal akan ditingkatkan melalui penerapan aturan yang sudah ada, sekaligus memperkuat kualitas emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“BEI perkuat pengawasan dengan aturan yang telah ada dan memperkuat kualitas perusahaan yang akan IPO,” ujar Iman pada Kamis (9/10/2025). Langkah ini menjadi tindak lanjut dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa tidak akan memberi insentif kepada bursa selama praktik saham gorengan masih terjadi.
Purbaya menilai perilaku spekulatif di pasar modal merugikan investor ritel dan melemahkan kepercayaan publik terhadap pasar. “Artinya, yang goreng-goreng itu dikendalikan sama BEI supaya investor kecil terlindungi, baru saya kasih insentif,” ujarnya saat berbicara di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Ia juga mengambil contoh langkah pembenahan di Direktorat Jenderal Pajak yang dinilainya berhasil menekan praktik penyimpangan internal. Purbaya meminta BEI menunjukkan ketegasan serupa untuk menjaga integritas pasar modal.
“Kalau sudah, BEI bisa menghadap saya lagi. Saya lihat insentif apa yang cocok untuk mengembangkan dan mendukung pertumbuhan industri pasar Indonesia,” tambahnya.
Dialog antara Menteri Keuangan dan pelaku pasar modal itu berlangsung di Main Hall BEI pada Kamis (9/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, BEI sempat mengajukan sejumlah usulan insentif untuk memperkuat pengembangan pasar. Namun, Purbaya menegaskan bahwa langkah penertiban harus menjadi prioritas sebelum insentif diberikan.
Upaya Penguatan Regulasi dan Pengawasan
Beberapa langkah yang dilakukan BEI mencakup:
- Peningkatan pengawasan terhadap perusahaan yang akan melakukan IPO dengan memastikan kualitasnya sesuai standar.
- Penerapan aturan yang sudah ada secara lebih ketat untuk mencegah praktik spekulatif.
- Koordinasi dengan otoritas terkait seperti Kementerian Keuangan dan lembaga pengawas lainnya agar kebijakan dapat dijalankan secara efektif.
Selain itu, BEI juga berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam operasionalnya. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan investor, terutama investor ritel, yang sering kali menjadi korban dari praktik saham gorengan.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meskipun BEI telah mengambil langkah awal, tantangan tetap besar. Praktik saham gorengan tidak hanya terjadi di pasar modal, tetapi juga melibatkan berbagai pihak seperti pemodal besar, manajemen perusahaan, dan bahkan lembaga pengawas. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor dan komitmen kuat dari semua pihak.
Harapan besar diarahkan pada kemampuan BEI untuk mempertahankan integritas pasar dan mendorong pertumbuhan yang sehat. Dengan penertiban yang lebih ketat, diharapkan pasar modal Indonesia dapat menjadi tempat yang aman dan menarik bagi para investor.