Belajar dari Kasus Whoosh, Ekonom UMY Soroti Pentingnya Integritas Pembiayaan Publik

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Belajar dari Kasus Whoosh, Ekonom UMY Soroti Pentingnya Integritas Pembiayaan Publik
Belajar dari Kasus Whoosh, Ekonom UMY Soroti Pentingnya Integritas Pembiayaan Publik

Strategi Integritas Pembiayaan Publik untuk Mencegah Kasus Whoosh

Proyek kereta cepat Whoosh, yang seharusnya menjadi simbol kemajuan infrastruktur nasional, justru dinilai sebagai contoh kebijakan ambisius yang belum memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Untuk menghindari terulangnya kasus serupa di masa depan, Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D., menekankan pentingnya strategi integritas pembiatan publik.

Strategi tersebut mencakup penguatan tata kelola, manajemen risiko fiskal, serta transparansi kewajiban kontinjensi BUMN. Menurutnya, langkah-langkah utama meliputi:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Transparansi dokumen dan kontrak
  • Pembatasan jaminan negara
  • Pencatatan kewajiban kontinjensi dalam APBN
  • Stress test fiskal secara berkala
  • Penerapan struktur pembiayaan campuran yang tepat

Dyah menilai bahwa pemerintah perlu memperkuat kapasitas institusi pengadaan dengan melibatkan publik dan legislatif dalam pengawasan. Selain itu, ia menegaskan pentingnya penerapan sanksi tegas terhadap pelanggaran administratif, markup, maupun penyimpangan anggaran.

“Sehingga proyek-proyek besar ke depan lebih akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Dampak Kerugian Proyek Whoosh terhadap Kepercayaan Investor

Menurut Dyah, permasalahan kereta cepat Whoosh saat ini juga dapat menggerus kepercayaan investor. Hal ini disebabkan oleh jumlah penggunaan Whoosh yang kurang optimal. Ketika jumlah pengguna rendah, proyek berpotensi merugi, dan muncul dugaan penyimpangan atau markup.

Kondisi ini menurunkan kepercayaan investor karena meningkatkan persepsi risiko politik, fiskal, dan reputasi proyek infrastruktur di Indonesia. Jika Whoosh terus mengalami kerugian, praktis pemerintah berpotensi memberikan suntikan modal tambahan atau jaminan negara kepada BUMN yang mengelola proyek tersebut.

Dampaknya akan menjadi beban fiskal lantaran menimbulkan tekanan langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Ketika terjadi pembengkakan biaya dan pemerintah memberikan jaminan atau dukungan kepada BUMN seperti KAI, akan muncul tekanan fiskal berupa tambahan belanja, subsidi, atau penyertaan modal negara,” jelasnya.

Laporan menyebut nilai proyek mencapai sekitar 7,2–7,3 miliar USD, disertai beban bunga dan kerugian operasional yang menekan BUMN. Dengan begitu, pemerintah harus menerapkan strategi integritas pembiayaan publik, agar proyek strategis lain dapat dirasakan masyarakat, tidak menggerus kepercayaan investor, serta terlalu membebani APBN.

Pentingnya Penguatan Kapasitas Institusi Pengadaan

Selain itu, penguatan kapasitas institusi pengadaan menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terulangnya kasus seperti Whoosh. Melibatkan publik dan legislatif dalam pengawasan akan membantu menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan proyek infrastruktur.

Pemerintah juga perlu memastikan adanya mekanisme pengawasan yang efektif dan independen, sehingga setiap proyek dapat dipantau secara berkala. Dengan demikian, potensi penyalahgunaan dana atau penyimpangan bisa diminimalisir.

Tindakan Preventif untuk Proyek Infrastruktur Masa Depan

Langkah-langkah preventif seperti stress test fiskal dan penerapan struktur pembiayaan campuran yang tepat sangat penting untuk memastikan keberlanjutan proyek infrastruktur. Hal ini akan membantu mengurangi risiko kerugian finansial dan menjaga stabilitas APBN.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan bahwa semua proyek infrastruktur memiliki rencana pengelolaan yang jelas dan realistis, termasuk estimasi penggunaan dan pendapatan yang akurat. Dengan demikian, proyek tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan