
Musim Hujan dan Masalah Sampah di Denpasar
Musim penghujan yang mulai melanda Bali, termasuk Kota Denpasar, membawa berbagai tantangan, salah satunya adalah peningkatan jumlah sampah yang terbawa oleh air hujan. Setiap kali hujan turun, banyak sampah yang mengalir ke sungai dan saluran air atau drainase, sehingga menyebabkan masalah serius bagi masyarakat.
Sampah-sampah ini tidak hanya menumpuk di dalam sungai, tetapi juga tersangkut di pinggiran sungai dan saluran drainase. Hal ini memicu terjadinya banjir di beberapa titik di Kota Denpasar. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, menjelaskan bahwa volume sampah yang diangkut meningkat tiga kali lipat dari hari biasa saat musim hujan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurutnya, sehari-hari Dinas PUPR hanya mengangkut sekitar 1,5-2 ton sampah dari sungai dan drainase. Namun, saat musim hujan, jumlah tersebut meningkat menjadi 5-6 ton per hari. Jenis sampah yang paling umum ditemukan adalah sampah non organik seperti plastik, botol plastik, serta sampah yang terbungkus rapi.
Tidak hanya di sungai, sampah-sampah ini juga sering menyumbat saluran drainase. Akibatnya, aliran air terganggu dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Menurut pihak Dinas PUPR, hal ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap risiko membuang sampah ke sungai.
"Musim hujan membuat volume air meningkat, sehingga sampah juga meluber bahkan ke luar sungai. Masyarakat belum sepenuhnya sadar karena banyak sampah yang terbungkus kita angkut," ujar Ketut Ngurah Artha Jaya.
Ia juga menyoroti bahwa banjir bandang yang terjadi di Kota Denpasar pada 10 September lalu salah satunya disebabkan oleh sumbatan sampah. "Ini jauh meningkat pengangkutannya, harusnya masyarakat sadar. Malah kami mendapati ada banyak sampah yang memang terbungkus masuk ke saluran air dan menyebabkan air meluap. Kami upayakan setiap hari melakukan pembersihan," tambahnya.
Tantangan dan Upaya Penanganan
Masalah sampah yang meningkat selama musim hujan menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota. Selain melakukan pembersihan rutin, Dinas PUPR juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain: * Melakukan pembersihan saluran air secara berkala. * Mengedukasi masyarakat tentang dampak negatif membuang sampah ke sungai. * Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk menangani sampah yang terbawa oleh air hujan.
Selain itu, pihak Dinas PUPR juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di daerah aliran sungai atau saluran drainase. Dengan kesadaran bersama, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan menjaga lingkungan tetap bersih.