Belasan Saksi Buka Kebiasaan Almarhum Timothy, Ini Bukti yang Ditemukan Polisi

admin.aiotrade 21 Okt 2025 4 menit 19x dilihat
Belasan Saksi Buka Kebiasaan Almarhum Timothy, Ini Bukti yang Ditemukan Polisi


aiotrade.CO.ID, DENPASAR – Polisi telah memeriksa sebanyak 19 saksi terkait kematian seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22). Kapolsek Denpasar Barat Komisaris Polisi Laksmi Trisnadewi Wieryawan di Denpasar, Senin (0/10/2025), menyebutkan bahwa para saksi yang diperiksa meliputi dosen-dosen, teman kelas korban, sahabat korban hingga satpam Kampus Universitas Udayana Sudirman Denpasar.

Menurut keterangan Laksmi, rata-rata para saksi yang diperiksa mengungkap kepribadian TAS yang memiliki kemampuan intelektual yang baik. Hal ini menunjukkan kecilnya kemungkinan korban mengambil tindakan ceroboh hingga mengakhiri hidupnya dengan tragis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Dari 19 saksi yang kami mintai keterangan, mereka rata-rata menyampaikan bahwa korban ini orangnya pintar, berbicara itu sangat berbobot," katanya.

Selain itu, TAS dalam pandangan teman-temannya dilihat sebagai sosok yang disegani sehingga kecil juga kemungkinan orang lain melakukan perundungan.

"Jadi rekan-rekan itu segan malahan, segan. Kemudian kalau untuk menjadi korban pembulian itu dari teman-temannya pun merasa itu sangat kecil sekali kemungkinan yang terjadi. Karena korban ini orang yang berprinsip, bukan tipe-tipe yang akan gampang dibully seperti itu," kata Laksmi.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi menyatakan korban jatuh dari lantai empat. Hal tersebut dikonfirmasi dengan adanya keterangan dari tiga orang saksi mata hingga rekaman CCTV.

Para saksi mata sempat melihat korban duduk di sebuah kursi, sebelum akhirnya meninggalkan sepatu dan tas di bangku yang diduduki oleh korban.

Polisi menyebutkan CCTV di lantai empat gedung FISIP Universitas Udayana Kampus Sudirman rusak sejak tahun 2023 sehingga tidak merekam kejadian korban sebelum jatuh di halaman kampus.

Namun demikian, pihak Universitas Udayana membantah CCTV di lantai empat masih berfungsi dengan baik. Hanya saja kondisi korban saat itu berada di titik buta (blind spot).

"CCTV kami berfungsi dengan baik. Almarhum tertangkap kamera CCTV berjalan di lorong, itu ada. Tapi, setelah itu tidak tertangkap lagi oleh CCTV. Ini sudah dilakukan pengecekan juga dengan pihak kepolisian," kata Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana Ni Nyoman Dewi Pascarani.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana berinisial TAS (22) ditemukan tewas usai jatuh dari lantai empat gedung kampus FISIP Universitas Udayana di Kampus Sudirman Denpasar, pada Rabu (15/10/2025) pagi.

TAS merupakan mahasiswa FISIP Universitas Udayana. Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar setelah ditemukan dalam keadaan luka parah.

Proses Penyelidikan dan Bukti yang Ditemukan

Selama penyelidikan, pihak kepolisian telah melakukan beberapa langkah penting untuk memastikan kejadian ini dapat diungkap secara lengkap. Salah satu langkah utamanya adalah memeriksa para saksi yang terlibat langsung atau memiliki hubungan dekat dengan korban. Dari hasil pemeriksaan ini, diperoleh informasi bahwa korban memiliki reputasi yang baik dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian juga melakukan olah TKP untuk memastikan lokasi kejadian sesuai dengan keterangan saksi. Selain itu, mereka juga mencari bukti-bukti fisik seperti jejak sepatu, tas, dan posisi tubuh korban yang ditemukan di tempat kejadian.

Sementara itu, CCTV di lokasi kejadian menjadi salah satu alat yang digunakan untuk membantu penyelidikan. Namun, masalah muncul ketika ditemukan bahwa CCTV di lantai empat gedung FISIP rusak sejak tahun 2023. Meskipun begitu, pihak universitas menyatakan bahwa CCTV tetap berfungsi dengan baik, hanya saja posisi korban berada di area yang tidak terjangkau kamera.

Reaksi dari Pihak Terkait

Pihak universitas menegaskan bahwa mereka tidak menemukan indikasi kuat tentang adanya tindakan yang bersifat merugikan terhadap korban. Mereka juga menyatakan bahwa korban tidak memiliki riwayat masalah yang serius dengan teman-temannya.

Selain itu, pihak universitas juga menjelaskan bahwa mereka telah bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan ini. Mereka bahkan telah melakukan pengecekan ulang terhadap CCTV dan memberikan keterangan yang relevan.

Kesimpulan

Dari seluruh proses penyelidikan yang dilakukan, pihak kepolisian dan universitas sepakat bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Mereka berharap bisa menemukan jawaban yang jelas dan transparan mengenai penyebab kematian korban.

Meskipun belum ada kesimpulan akhir, informasi yang diperoleh dari para saksi dan bukti-bukti yang ditemukan memberikan gambaran bahwa korban tidak memiliki riwayat yang mencurigakan. Dengan demikian, pihak terkait berharap kasus ini dapat segera terselesaikan dengan cara yang benar dan bermanfaat bagi semua pihak.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan