
Kemenangan Madrid di El Clasico
Real Madrid kembali menunjukkan dominasi mereka dalam laga El Clasico. Dalam pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu pada Minggu (26/10), Los Blancos berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1. Hasil ini memperkuat posisi Madrid di puncak klasemen La Liga dengan 27 poin, unggul lima angka dari rival abadinya tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penghargaan terbesar dalam kemenangan ini diberikan kepada Jude Bellingham. Gelandang asal Inggris itu tampil luar biasa dengan memberikan assist brilian untuk gol pembuka Kylian Mbappe di menit ke-22. Dia juga mencetak gol kedua pada menit ke-43, yang membawa Madrid kembali unggul setelah Fermin Lopez menyamakan kedudukan.
Gol Bellingham menjadi yang keempat dalam lima penampilan El Clasico. Ini menandai kebangkitan performanya setelah masa sulit akibat cedera. Sejak awal pertandingan, tim asuhan Xabi Alonso langsung menekan tinggi. Madrid berusaha menembus garis pertahanan Barcelona yang bermain dengan lini tinggi.
Madrid sempat mendapat hadiah penalti saat Vinícius Jr dijatuhkan di kotak terlarang, namun VAR membatalkan keputusan tersebut. Winger Brasil tersebut ternyata lebih dulu menyentuh kaki Lamine Yamal sebelum terjatuh. Gol indah Mbappe dari luar kotak penalti juga dianulir VAR karena offside tipis. Namun, pada menit ke-22, kerja sama Mbappe dan Bellingham akhirnya berbuah manis.
Bellingham memutar tubuh melewati Pedri, lalu melepaskan umpan terobosan sempurna yang diselesaikan Mbappé dengan dingin menaklukkan kiper Wojciech Szczesny.
Barcelona sempat menyamakan skor di menit ke-38 lewat serangan balik cepat. Marcus Rashford memberi umpan matang untuk Fermin Lopez, yang sukses menaklukkan Thibaut Courtois. Namun, lima menit berselang, Madrid kembali unggul lewat gol mudah Bellingham setelah umpan silang Eder Militao gagal diantisipasi sempurna lini belakang Barca.
Babak kedua kembali diwarnai drama VAR. Madrid mendapat penalti setelah bola mengenai tangan Eric Garcia, namun Szczesny tampil gemilang dengan menepis tendangan Mbappe di menit ke-52. Madrid sempat menambah gol lewat Brahim Díaz dan Bellingham, tetapi keduanya dianulir karena posisi offside. Sementara itu, Barcelona kesulitan menembus pertahanan rapat Los Blancos dan minim ancaman berarti ke gawang Courtois.
Pertandingan berakhir panas ketika Pedri mendapat kartu kuning kedua di masa injury time setelah melanggar keras Aurélien Tchouaméni. Insiden itu memicu keributan di tepi lapangan, dengan kedua kubu sempat terlibat adu mulut hingga petugas keamanan turun tangan.
Performa Bellingham yang Mengagumkan
Penampilan Bellingham menjadi sorotan utama. Setelah sempat diragukan pasca operasi bahu, pemain berusia 22 tahun itu menjawab semua kritik dengan aksi gemilangnya. Gaya bermainnya kembali seperti musim debutnya, mengatur tempo serangan, menusuk kotak penalti, dan memberi kontribusi langsung pada gol.
Manajer Xabi Alonso tampaknya berhasil mengembalikan peran terbaik Bellingham. Jika di era Carlo Ancelotti ia kerap dipaksa bermain di banyak posisi, kini perannya lebih sederhana namun efektif.
Sementara itu, Hansi Flick, yang harus menonton dari tribun karena menjalani hukuman larangan mendampingi tim, menyaksikan sendiri bagaimana timnya kembali gagal menjaga garis pertahanan. Dengan absennya Lewandowski, Raphinha, Gavi, Dani Olmo, dan Christensen, Barcelona terlihat kurang tajam dan rapuh di belakang.
Meski Szczesny tampil heroik di bawah mistar, lini belakang Barca berulang kali kesulitan mengimbangi kecepatan kombinasi Mbappe dan Vinícius. Jika tren ini berlanjut, Barcelona bisa tertinggal terlalu jauh dari Madrid di klasemen.
Real Madrid dan Jude Bellingham kini telah menemukan kembali kepercayaan diri serta swagger mereka dan Barcelona kembali harus menelan pil pahit di Bernabeu.