BEM SI Gelar Aksi di Bandung Tuntut Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
BEM SI Gelar Aksi di Bandung Tuntut Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
BEM SI Gelar Aksi di Bandung Tuntut Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Aksi Mahasiswa Tuntut Evaluasi Kinerja Pemerintahan

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Senin 20 Oktober 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penuntutan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka setelah satu tahun memimpin negara.

Para mahasiswa menilai bahwa kinerja pemerintahan saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Salah satu isu utama yang mereka soroti adalah efisiensi anggaran yang dijanjikan melalui pembentukan 'kabinet gemuk'. Namun, janji tersebut dinilai hanya sebatas wacana tanpa dampak nyata bagi rakyat kecil.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Koordinator aksi, Aleh Rapi, menyampaikan bahwa kinerja para menteri di kabinet Prabowo-Gibran belum terasa oleh masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa meski ada beberapa program yang berjalan baik, tetapi secara keseluruhan, kinerja pemerintah masih kurang memadai.

“Setahun pemerintahan ini yang katanya melalui efisiensi yang dilakukan dengan menggemukkan menteri-menteri yang ada, tetapi kinerjanya nihil terhadap rakyat-rakyat di bawah,” ujar Aleh selama aksi berlangsung.

Kritik Terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Selain soal kabinet, program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Program yang digadang-gadang membantu pelajar, ibu hamil, dan menyusui justru dituding telah "memakan korban". Aleh mengungkapkan fakta miris bahwa lebih dari seribu pelajar dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi sajian MBG dalam kurun waktu hampir setahun pelaksanaannya.

“MBG ini sudah berjalan, tetapi masih banyak memakan korban. Dalam skala angka sudah terlaksana, ada yang lancar, tapi ada juga yang gagal, dan itu merugikan orang-orang yang enggak tahu apa-apa,” tambahnya.

Meski begitu, Aleh mengakui bahwa program MBG turut membuka lapangan pekerjaan di sejumlah sektor. Oleh karena itu, BEM SI tidak menuntut program tersebut dihentikan. Namun, mereka berharap adanya evaluasi besar-besaran untuk MBG yang lebih baik.

Persoalan Lapangan Kerja

Masalah lain yang menjadi perhatian klasik adalah sulitnya mencari pekerjaan di tengah masyarakat saat ini. Para mahasiswa kembali menagih janji kampanye Prabowo-Gibran yang menjanjikan akan menciptakan 19 juta lapangan kerja. Janji tersebut kini dipertanyakan realisasinya.

“Sebanyak 19 juta lapangan kerja, kami ketahui yang ada job fair di Bekasi itu, itu menandakan bahwa masih sulitnya pekerjaan yang didapat rakyat kelas menengah,” ucap Aleh.

Aksi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memberikan tekanan kepada pemerintah agar segera melakukan evaluasi terhadap berbagai program dan kebijakan yang dianggap belum optimal. Dengan demikian, harapan masyarakat terhadap pemerintahan yang lebih transparan dan berdampak positif bisa terwujud.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan