
Program Revolusioner BEM Unigal di Desa Tanjungsari
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh Ciamis kembali menunjukkan aksi nyata dengan meluncurkan program inovatif di Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Program yang diberi nama “Pengembangan Sistem Energi Hibrida sebagai Solusi Mitigasi Longsor” ini merupakan wujud nyata dari konsep ekonomi sirkular yang mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi dan mata pencaharian baru.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Program ini diluncurkan pada Senin, 10 November 2025, di Aula Kantor Desa Tanjungsari. Inovasi ini menempatkan limbah rumah tangga, terutama limbah jelantah, sebagai pahlawan dalam tiga isu krusial: ketersediaan energi, penurunan biaya produksi, dan kesiapsiagaan bencana.
Dari Masalah Lingkungan Menjadi Energi Ramah Kantong
Desa Tanjungsari, wilayah yang rawan longsor, sering terisolasi dari akses jalan dan listrik saat bencana melanda. Di sisi lain, mitra utama program, Industri Rumah Tangga (IRT) Berkah Mandiri yang memproduksi keripik, menghadapi dua dilema: biaya operasional tinggi karena ketergantungan LPG dan masalah pembuangan limbah minyak jelantah.
BEM Universitas Galuh, melalui tim multidisiplin yang melibatkan dosen dan 20 mahasiswa, hadir membawa jawaban terintegrasi dengan adanya inovasi teknologi Tungku Mobile Berbahan Bakar Jelantah.
Inovasi utama datang dari Dosen Unigal, Ir. Ade Hediana, yang berhasil menciptakan dan mematenkan tungku mobile (kompor bergerak) berbahan bakar limbah jelantah.
"Satu liter jelantah bisa menghidupkan kompor selama satu hingga dua jam. Tentunya alat ini sangat membantu bagi para pelaku industri rumah tangga di desa Tanjungsari," jelas Ade Hediana.
Alat tepat guna ini berpotensi menggantikan ketergantungan pada LPG, yang diperkirakan mampu menekan biaya bahan bakar IRT hingga 70%. Limbah yang tadinya mencemari, kini menjadi sumber energi utama yang jauh lebih murah dan ramah lingkungan.
Daur Ulang Total
Tim tidak hanya berhenti pada bahan bakar. Di bawah koordinasi Ketua Tim, Dr. Erlan Suwarlan, S.IP., M.I.Pol., masyarakat juga menerima pelatihan lengkap untuk mewujudkan ekonomi sirkular yang sempurna.
Dalam upaya peningkatan kualitas produk, BEM Unigal memberikan bantuan mesin peniris minyak untuk meningkatkan kualitas keripik dan secara signifikan mengurangi kadar minyak, menjadikannya lebih sehat.
"Sisa limbah jelantah yang tidak terpakai untuk kompor diolah kembali menjadi produk bernilai tinggi, seperti lilin aromaterapi dan sabun cuci, membuka kanal pendapatan baru bagi masyarakat desa," kata Ketua Tim Dr Erlan Suwarlan.
Posko Mandiri Energi
Aspek inovasi tidak hanya menyentuh sektor pelaku IRT. BEM Universitas Galuh juga memperkuat mitra kedua, yaitu Karang Taruna Desa Tanjungsari, untuk memastikan ketahanan dan kesiapsiagaan desa terhadap bencana longsor.
Tim membangun Posko Kebencanaan Mandiri Energi yang dilengkapi dengan: * Panel Surya yang memastikan pasokan listrik mandiri untuk komunikasi dan penerangan, vital saat terjadi pemadaman listrik total akibat longsor. * Running Text yang berfungsi sebagai media informasi dan sistem peringatan dini bencana yang cepat dan efisien. * Tungku mobile berbahan bakar minyak jelantah dari IRT juga ditempatkan di posko. Ini menjamin ketersediaan dapur umum darurat yang cepat beroperasi dengan bahan bakar limbah yang mudah didapatkan.
"Anggota Karang Taruna juga menerima pelatihan intensif mengenai mitigasi bencana dan kewirausahaan sosial berbasis daur ulang limbah," kata Dr Erlan Suwarlan.
Menciptakan Ekosistem Berkelanjutan
Program yang berjalan dari Agustus hingga Desember 2025 ini telah berhasil menciptakan sebuah ekosistem mandiri. Limbah jelantah yang sebelumnya menjadi beban, kini menjadi sumber energi bahan bakar, bahan baku pembuatan lilin dan juga sabun.
“Program ini adalah bukti nyata kontribusi akademisi dalam membangun ketangguhan masyarakat. Kami tidak hanya memberikan teknologi, tetapi memberdayakan mitra untuk mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan,” tegas Dr. Erlan Suwarlan.
Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si., menyampaikan harapannya agar masyarakat Desa Tanjungsari tidak hanya berhenti pada teknologi yang diberikan, tetapi mampu mengembangkan inovasi berkelanjutan di desa mereka. Pihak Unigal berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan inovasi yang ramah lingkungan dan berdaya guna.
Dampak dan Replikasi
Program inspiratif ini sejalan penuh dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin-poin mengenai Energi Bersih dan Terjangkau, Komunitas Berkelanjutan, serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, program BEM Universitas Galuh ini akan didokumentasikan dalam bentuk video dan artikel untuk menjadi model replikasi bagi wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia.
Dengan fokus pada pengolahan limbah jelantah menjadi energi hibrida dan produk bernilai, Desa Tanjungsari kini bukan hanya siaga bencana, tetapi juga menjadi percontohan ekonomi sirkular yang mandiri energi.