
Kebijakan Pajak di Dubai yang Viral di Media Sosial
Kabar tentang mobil bebas pajak di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), kini sedang menjadi perbincangan warganet. Informasi ini menyebar luas setelah sebuah video yang diunggah oleh akun @inspacta*** memperlihatkan seorang perempuan yang mengklaim telah membeli mobil baru dengan harga 700.000 dirham atau sekitar Rp 1,7 miliar tanpa dikenai pajak sama sekali.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam video tersebut, perempuan itu menyatakan bahwa pembelian mobil di Dubai bisa dilakukan hanya sekali di dealer dan tidak ada pajak lanjutan. “Ini beli baru di dealer, enggak ada pajak. Beli selesai. Seluruh Dubai enggak ada pajak dan berlaku seumur hidup,” ujarnya. Narasi serupa juga tercantum dalam keterangan video yang diunggah pada Minggu (14/12/2025).
Unggahan ini semakin memantik perhatian publik setelah disertai klaim bahwa mobil di Dubai bebas pajak seumur hidup, bahkan kendaraan yang sudah tidak layak jalan bisa langsung dibuang meski usia pakainya masih tergolong muda. “Di Dubai semua mobil bebas pajak. Tinggal beli dan dipakai seumur hidup, tak layak jalan? Buang!” tulis akun tersebut.
Respons dari warganet pun beragam. Beberapa mengaku kagum dan membandingkan kondisi di Indonesia. “Wow mengesankan, kadang suka iri kenapa lahir di Indo,” tulis akun @rifli. Ada pula yang menyoroti beban pajak kendaraan di Tanah Air. “Indonesia motor butut saja kena pajak,” cuit @achabo. Komentar bernada satire bahkan menyinggung praktik birokrasi, seperti yang ditulis akun @alpha***, “Di Konoha bayar-bayar buat isi perut para pemerintah”.
Viralnya unggahan ini memunculkan perdebatan di ruang digital tentang sistem perpajakan kendaraan di Dubai dan perbedaannya dengan Indonesia. Namun, benarkah mobil di Dubai benar-benar bebas pajak seumur hidup, termasuk untuk kendaraan mewah? Apakah ada konteks dan aturan tertentu soal pajak yang kerap disalahpahami publik?
Apakah Dubai Benar-Benar Bebas Pajak?
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Dubai sering kali dianggap sebagai wilayah yang ramah pajak. Anggapan ini muncul karena tidak adanya pajak penghasilan pribadi serta pajak perusahaan untuk sebagian besar sektor usaha. Selain itu, Dubai juga tidak mengenakan pajak keuntungan modal maupun pajak atas dividen dan bunga, sehingga dinilai menarik bagi investor dan pekerja asing.
Namun, status “bebas pajak” tersebut tidak sepenuhnya mutlak. Untuk sektor tertentu seperti industri minyak, pemerintah UEA tetap memberlakukan pajak perusahaan dengan tarif tinggi, mencapai 55 persen. Di luar itu, terdapat pula sejumlah pungutan lain yang berlaku secara nasional, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) yang mulai diterapkan sejak 2018, pajak cukai, serta bea masuk impor atas barang tertentu.
Pemerintah UEA juga secara aktif memperkuat kebijakan fiskalnya melalui lebih dari 140 perjanjian penghindaran pajak berganda dengan berbagai negara di lima benua. Kesepakatan ini memungkinkan pelaku usaha dan tenaga kerja asing memperoleh manfaat berupa penghapusan pajak ganda, sekaligus menjaga iklim investasi tetap kompetitif.
Hingga kini, UEA terus menambah daftar negara mitra dalam perjanjian tersebut. Di kawasan Timur Tengah, beberapa negara penghasil minyak memang dikenal tidak memungut pajak penghasilan. Secara sederhana, Dubai hanya menerapkan tiga jenis pajak utama, yakni:
- PPN
- Pajak perusahaan
- Pajak cukai
Sementara itu, pajak penghasilan pribadi dan pajak kepemilikan kendaraan tahunan tidak diberlakukan, membuat beban pajak masyarakat relatif rendah dibanding banyak negara lain.
Pajak yang Tidak Ada di Dubai
Beberapa jenis pajak tidak diterapkan di Dubai, antara lain:
- Tidak ada pajak kendaraan bermotor tahunan
- Tidak ada pajak progresif berdasarkan kapasitas mesin
- Tidak ada pajak penghasilan pribadi
- Tidak ada pajak barang mewah khusus mobil
Daftar Negara Bebas Pajak Penghasilan Tahun 2025
Berdasarkan laporan terbaru, berikut adalah daftar negara yang bebas pajak penghasilan pada 2025:
-
Bahama
Tidak memungut pajak penghasilan, pajak keuntungan modal, maupun pajak warisan. Menarik bagi investor properti dan pencari gaya hidup tropis. -
Bahrain
Negara Teluk tanpa pajak penghasilan dengan skema visa jangka panjang bagi investor. Modern dan ramah ekspatriat. -
Bermuda
Bebas pajak penghasilan individu, meski ada pajak penggajian untuk perusahaan. Populer di kalangan profesional global. -
Brunei Darussalam
Tidak mengenakan pajak penghasilan dan menyediakan layanan publik gratis, tetapi sangat ketat bagi pendatang asing. -
Kepulauan Cayman
Surga pajak Karibia tanpa pajak penghasilan dan properti, dengan syarat investasi besar untuk izin tinggal. -
Kuwait
Kaya minyak dan bebas pajak penghasilan. Banyak ekspatriat, tetapi akses penduduk tetap sangat terbatas. -
Monako
Negara kecil supermewah tanpa pajak penghasilan, favorit miliarder dengan syarat keuangan yang ketat. -
Maladewa
Praktis bebas pajak penghasilan bagi sebagian besar penduduk, tapi tidak membuka jalur tinggal permanen bagi asing. -
Oman
Tidak memberlakukan pajak penghasilan, tetapi sistem imigrasi ketat dan budaya konservatif. -
Qatar
Bebas pajak penghasilan dengan ekonomi superkaya, meski izin tinggal permanen mensyaratkan masa tinggal panjang.