Bencana Sumatera Ancam Pertumbuhan Ekonomi, Ini Analisisnya

admin.aiotrade 06 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Bencana Sumatera Ancam Pertumbuhan Ekonomi, Ini Analisisnya


JAKARTA — Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperkirakan akan memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2025. Tiga provinsi ini memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Menurut analisis dari ekonom Universitas Hasanuddin, Muhammad Syarkawi Rauf, kontribusi ketiga daerah tersebut dalam pertumbuhan ekonomi nasional mencapai sekitar 0,323–0,348 poin dari total pertumbuhan nasional 4,87–5,12 persen. Contohnya, pada kuartal III 2025, ketika ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,04 persen, kontribusi tiga provinsi ini sekitar 0,323 poin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ketiga daerah ini menyumbang sebagian besar dari struktur perekonomian nasional. Pada tahun 2024, Sumatera Utara menyumbang sekitar 5,21 persen PDRB terhadap PDB nasional, Aceh 1,10 persen, dan Sumatera Barat 1,51 persen. Jika digabungkan, porsi ketiganya mendekati 8 persen dari keseluruhan ekonomi Indonesia.

Secara nilai, PDRB ketiga provinsi ini juga sangat besar. PDRB Sumatera Utara tercatat sebesar Rp 1.146.919,76 miliar, Sumatera Barat Rp 332.936,44 miliar, dan Aceh Rp 243.202,09 miliar. Karena itu, penurunan ekonomi di tiga daerah ini bisa langsung terasa pada perekonomian nasional.

Syarkawi memperkirakan, jika akibat bencana ekonomi Aceh, Sumut, dan Sumbar turun 30 persen pada kuartal IV, pertumbuhan ekonomi nasional bisa turun sekitar 0,1 persen. Jika penurunannya mencapai 50 persen, dampak ke nasional bisa menembus 0,2 persen. Namun, ia menegaskan bahwa hitungan tersebut belum memasukkan efek rambatan ke provinsi lain. “Sumut ini simpul dagang Sumatera. Kalau terganggu, dampaknya bisa menyebar ke daerah sekitar,” ujarnya.

Selain itu, Syarkawi mengingatkan bahwa kontribusi Pulau Sumatera terhadap perekonomian nasional tidak kecil, sekitar 25 persen. “Kalau Sumatera melemah karena bencana, kontribusinya ke pertumbuhan nasional juga turun signifikan, apalagi tiga provinsi ini termasuk penggerak ekonomi utama di Sumatera,” katanya.

Pemerintah mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah terdampak akan melambat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah menyiapkan program pemulihan. “Kami prihatin dengan situasi yang ada. Akan ada program rehabilitasi dan perbaikan infrastruktur ke depan,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis.

Ia juga menegaskan bahwa penurunan pertumbuhan di daerah bencana sulit dihindari. Pemerintah, lanjut dia, menyiapkan relaksasi bagi dunia usaha terdampak, terutama UMKM. “Regulasi relaksasinya sudah ada dan bisa berlaku otomatis. Termasuk restrukturisasi serta penghapusan kredit macet,” ujarnya.

Dari sisi target, ekonom UGM Denni Puspa Purbasari mengingatkan pemerintah memasang target pertumbuhan 2025 sebesar 5,3 persen. Dengan capaian kuartal I–III (4,87 persen; 5,12 persen; 5,04 persen), maka kuartal IV perlu tumbuh sekitar 5,6 persen agar target itu tercapai. Namun, Denni menilai bencana di Sumatera membuat banyak agenda ekonomi sulit berjalan normal. Ia menutup dengan catatan kritis tekanan di akhir tahun bisa membuat target sulit tercapai.

"Masalahnya, bencana Sumatera ini kan bikin MBG dan proyek kejar tayang tidak bisa dieksekusi. Natal dan Tahun Baru tidak lagi sebagai festival. Prihatin," ujarnya.

Dengan pangsa mendekati 8 persen PDB nasional dan nilai ekonomi ratusan triliun rupiah, perlambatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar bukan sekadar persoalan daerah. Bila pemulihan berjalan lambat, pertumbuhan kuartal IV nasional berpotensi tertahan dan target ekonomi 2025 makin berat dikejar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan