
aiotrade.CO.ID – JAKARTA
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan bahwa bencana alam yang terjadi di Sumatra bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2025.
Suhindarto, Chief Economist Pefindo, menilai bahwa dampak bencana alam tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh kontribusi signifikan dari wilayah Sumatra terhadap perekonomian nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Suhindarto, untuk mengetahui seberapa besar dampaknya, diperlukan data resmi dari pemerintah. Sampai saat ini, belum ada laporan resmi yang dirilis mengenai dampak bencana terhadap perekonomian.
“Secara umum, bencana alam ini bisa menjadi faktor negatif yang akan menghambat akselerasi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV. Karena seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik mengingat stimulus pemerintah yang cukup besar,” ujar Suhindarto dalam Media Forum, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa tiga provinsi yang terdampak bencana memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2025 di Pulau Sumatra mencapai 4,90% secara year on year (yoy).
Dari angka tersebut, kontribusi Sumatra Utara mencapai 1,06%, Aceh 0,25%, dan Sumatra Barat 0,25%.
“Sehingga dampak yang terjadi di ketiga provinsi ini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra,” jelas Suhindarto.
Selain itu, Suhindarto menambahkan bahwa konsumsi rumah tangga sudah pasti terkena dampak dari bencana alam tersebut. Meski demikian, inflasi di Desember masih menunggu data resmi dari BPS.
“Apakah dengan adanya bencana ini membuat inflasi meningkat atau tidak. Bencana alam ini menjadi faktor negatif bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV,” tambahnya.
Pefindo berharap pemerintah dapat segera bertindak untuk mengatasi dampak bencana alam tersebut. Tujuannya adalah agar dampaknya tidak semakin membesar dan berdampak lebih luas terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
-
Kontribusi Wilayah Sumatra
Wilayah Sumatra memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Tiga provinsi yang terdampak bencana alam, yaitu Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra. -
Kinerja Ekonomi Kuartal III
Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2025 di Pulau Sumatra mencapai 4,90% secara year on year. Dari angka tersebut, masing-masing provinsi memberikan kontribusi yang berbeda-beda. -
Dampak Konsumsi Rumah Tangga
Bencana alam yang terjadi di Sumatra diprediksi akan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk konsumsi rumah tangga. Hal ini bisa berdampak pada penurunan permintaan dan kinerja bisnis. -
Inflasi dan Stimulus Pemerintah
Inflasi di bulan Desember masih menunggu data resmi dari BPS. Selain itu, stimulus pemerintah yang relatif besar sebelumnya diharapkan bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun bencana alam bisa menjadi penghalang.
Harapan Pefindo
-
Tindakan Cepat dari Pemerintah
Pefindo berharap pemerintah segera merespons dampak bencana alam dengan langkah-langkah yang tepat dan efektif. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. -
Pemantauan Berkala
Perlu dilakukan pemantauan berkala terhadap kondisi ekonomi setelah bencana alam. Ini penting untuk mengetahui sejauh mana dampaknya dan bagaimana respons pemerintah. -
Koordinasi antar Lembaga
Koordinasi antara lembaga pemerintah dan lembaga swasta seperti Pefindo sangat penting dalam menghadapi situasi seperti ini. Dengan kolaborasi yang baik, dampak bencana bisa diminimalkan.