
Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Sembilan Nama Lainnya
Pada Senin (10/11/2025), yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo Subianto akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada 10 nama yang telah diusulkan. Salah satu nama yang akan menerima penghargaan tersebut adalah Soeharto, presiden ke-2 Republik Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu. Ia menegaskan bahwa pemberian gelar ini dilakukan untuk menghargai jasa-jasa besar yang telah diberikan oleh para tokoh tersebut.
"Insya Allah akan diumumkan. Iya (oleh Presiden Prabowo langsung). Kurang lebih sepuluh nama," ujar Prasetyo di depan kediaman pribadi Prabowo, Jakarta, Minggu (9/11/2025) malam.
Tanggapan Partai Politik terhadap Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional
Sebelum pernyataan Prasetyo, sejumlah ketua umum dan elite partai politik telah menyampaikan sikap mereka terkait usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Berikut rangkumannya:
PDI-P Menolak
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayanti menyebutkan, usulan agar Soeharto menjadi pahlawan nasional merupakan sebuah kontradiksi. Esti mengatakan, penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional dapat menimbulkan konsekuensi pemahaman bahwa aktivis reformasi pada 1998 menggulingkan sosok pahlawan.
“Bagaimana nanti nasib para reformis ketika kemudian beliau diberi gelar pahlawan nasional? Berarti dia melawan pahlawan nasional, ada kontradiksi yang tidak mungkin itu bisa selesai begitu saja,” kata Esti saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2025).
Gerindra dan Golkar Puji Jasa Soeharto
Partai Gerindra mendukung usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mengatakan, kedua tokoh tersebut adalah sosok yang berhasil memimpin bangsa dan negara, serta memiliki jasa besar pada masanya masing-masing.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak menerima gelar pahlawan nasional. Jasa Soeharto selama 32 tahun memimpin Indonesia menjadi salah satu dasar Golkar mendorong pemberian gelar tersebut.
Sikap Nasdem dan Demokrat
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menyebut Soeharto telah membawa perkembangan terhadap pembangunan Indonesia. Dirinya mengaku tidak masalah dengan diusulkannya nama Soeharto sebagai calon yang akan menerima gelar pahlawan nasional.
Adapun Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto maupun Gus Dur sebagai langkah penting untuk menyatukan sejarah dan menghormati semua kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.
Cak Imin Tunggu Keputusan
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin enggan berkomentar mengenai pro dan kontra wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Ia menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).
PAN Dukung Evaluasi
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menanggapi usulan agar Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional dengan penilaian bahwa seluruh presiden mempunyai jasa masing-masing.
Daftar Nama yang Diusulkan
Selain Soeharto, di daftar 40 nama tersebut ada nama Gus Dur, aktivis buruh Marsinah, hingga mantan gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dan sembilan nama lainnya disebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin terdahulu.