Berita Baik Istana Soal Kepemilikan Grab–GOTO dan Perpres Ojol

admin.aiotrade 10 Nov 2025 2 menit 16x dilihat
Berita Baik Istana Soal Kepemilikan Grab–GOTO dan Perpres Ojol


aiotrade,
JAKARTA - Proses penyempurnaan rancangan peraturan presiden (perpres) mengenai ojek daring kini sedang berlangsung. Regulasi ini akan mencakup berbagai aspek, termasuk pengaturan pembagian komisi mitra pengemudi serta skema penggabungan antara dua perusahaan aplikasi transportasi, yaitu Grab dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, diskusi mengenai regulasi transportasi daring terus berjalan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Ia menyebut bahwa rencana penggabungan antara Grab dan GoTo sedang dipertimbangkan. “Rencana begitu,” ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, akhir pekan lalu (7/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia menambahkan bahwa isu tersebut menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang regulasi transportasi daring. Saat ditanya mengenai peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Prasetyo menjawab singkat, “Kira-kira begitu (Danantara terlibat).”

Prasetyo menjelaskan bahwa proses penggabungan masih dalam tahap pencarian bentuk. Opsi yang sedang dikaji bisa berupa merger atau akuisisi. “Ya ini lagi dicari skemanya,” katanya.

Saat ditanya apakah Grab akan dibeli oleh GoTo, Prasetyo memberikan jawaban singkat dan mengamini. Ia juga menegaskan bahwa kajian masih berlangsung. “Dilihat dari bentuknya, iya. Intinya penggabungan mereka berdua, gitu,” ujarnya.

Pemerintah menekankan bahwa tujuan dari penggabungan ini bukan untuk menciptakan monopoli, melainkan menjaga keberlanjutan industri transportasi daring. Menurut Prasetyo, ekosistem ojol memiliki kontribusi besar bagi ekonomi rakyat melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran layanan. “Karena bagaimanapun perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja, saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar, dan sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ,” jelasnya.

Selain itu, Prasetyo juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan isu pembagian komisi mitra pengemudi yang sempat memicu protes. Pemerintah berupaya mencari titik temu antara kepentingan mitra dan perusahaan aplikasi. “Dari awal kan memang diminta oleh teman-teman mitra ojol kan. Makanya disitulah dibicarakan untuk titik temu,” ujarnya.

Prasetyo memastikan bahwa penyempurnaan regulasi dilakukan secara intensif. “Sedang terus disempurnakan. Dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak ya. Baik teman-teman mitra ojol maupun teman-teman aplikator,” katanya. Ia menyampaikan bahwa pembahasan lintas kementerian juga mencakup aspek korporasi yang berkaitan dengan penggabungan perusahaan. “Makanya minta tolong sabar dulu,” ujarnya.

Meski belum memberikan kepastian mengenai bentuk instrumen hukum yang akan digunakan, Prasetyo menyebut pemerintah akan memilih mekanisme yang paling tepat. “Tunggu dulu nanti,” kata dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan