Penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terhadap mobil bekas menjadi salah satu topik yang menarik perhatian masyarakat. Dengan adanya penghapusan ini, banyak orang mulai bertanya apakah harga mobil bekas benar-benar akan lebih murah. Berikut adalah penjelasan mengenai hal tersebut.
Penghapusan BBNKB dan Dampaknya pada Harga Mobil Bekas
Pemerintah telah menghapus komponen BBNKB untuk pembelian mobil bekas. Namun, opsi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah mulai diberlakukan. Bagaimana perhitungannya? Mari kita lihat contoh kasus. Jika seseorang membeli mobil bekas dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp 100 juta di wilayah Jawa Barat, sebelumnya harus membayar BBNKB sebesar 1 persen dari harga mobil. Dengan penghapusan BBNKB, maka biaya tambahan ini tidak lagi dikenakan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, penting untuk diketahui bahwa PKB tetap berlaku. Artinya, pemilik kendaraan harus tetap membayar pajak tahunan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, meskipun BBNKB dihapus, ada aspek lain yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan total biaya pembelian mobil bekas.
Daihatsu Midget: Kembali ke Masa Lalu
Di sisi lain, Daihatsu kembali mengingat sejarah awal mobil andalannya dengan membawa Daihatsu Midget di pameran bergengsi Japan Mobility Show (JMS) 2025 di Tokyo, Jepang. Mobil legendaris ini masih menjadi daya tarik bagi pengunjung JMS 2025. Sebagai mobil niaga, Daihatsu Midget pernah mengaspal di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Foto-foto yang menampilkan Daihatsu Midget memberikan kesan nostalgia dan mengingatkan kita akan peran penting mobil ini dalam sejarah industri otomotif. Meski kini hanya sebagai bagian dari sejarah, kehadirannya di pameran ini menunjukkan bahwa mobil-mobil lawas masih memiliki nilai yang tinggi.
Pindad Masih Melakukan Kajian Lokasi Pabrik Mobil Nasional
Sementara itu, PT Pindad masih melakukan kajian menyeluruh terkait lokasi pabrik mobil nasional. Meskipun Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut bahwa lahan telah disiapkan, perusahaan pelat merah ini masih merahasiakan lokasi pasti pembangunan pabrik.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjelaskan bahwa penetapan lokasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Proses studi yang matang diperlukan agar pabrik dapat memiliki efisiensi optimal dalam jangka panjang. Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk rantai pasok dan pengembangan teknologi.
Dalam proses ini, Pindad memastikan bahwa setiap keputusan diambil dengan pertimbangan yang matang. Dengan demikian, pabrik mobil nasional yang dibangun nantinya tidak hanya memenuhi standar industri, tetapi juga siap menghadapi tantangan di masa depan.