
Evakuasi Satu Penyintas dan Dua Korban dalam Insiden Ambruknya Gedung Pondok Pesantren
Seorang penyintas dari kejadian ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, berhasil dievakuasi. Ia adalah Haikal, seorang santri yang bertahan selama tiga hari di bawah reruntuhan bangunan sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR pada Rabu (1/10/2025) siang.
Haikal ditemukan dalam kondisi masih hidup dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Menurut sumber di lokasi kejadian, dua korban berhasil dievakuasi dalam waktu bersamaan. Namun, satu dari dua korban tersebut sudah tidak bernyawa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi mengonfirmasi bahwa ada dua korban yang berhasil dievakuasi pada hari ini. Meski tidak menyebutkan detail tambahan, ia membenarkan adanya satu korban yang meninggal dunia.
βSatu meninggal dunia. Sehingga sejauh ini sudah ada empat korban meninggal dunia dalam peristiwa runtuhnya gedung tiga lantai tersebut,β jawabnya.
Data sementara menunjukkan bahwa total korban meninggal dunia mencapai empat orang. Selain itu, terdapat 23 korban dengan luka berat dan 75 korban dengan luka ringan. Namun, data ini masih dinamis dan bisa berubah seiring proses evakuasi yang terus dilakukan.
Peran Media Sosial dalam Pemantauan Kondisi Haikal
Haikal sempat viral karena video yang menunjukkan dia berkomunikasi dengan petugas SAR. Video tersebut beredar luas di media sosial meskipun saat itu Haikal sedang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Keberadaannya menjadi sorotan masyarakat luas, terutama setelah ia berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Proses evakuasi ini menunjukkan kesiapan dan kemampuan tim SAR dalam menangani situasi darurat. Mereka bekerja keras untuk menemukan para korban yang terjebak di bawah puing-puing bangunan yang rusak parah.
Upaya Terus Dilakukan untuk Menyelamatkan Korban
Tim SAR dan lembaga terkait terus berupaya untuk mengevakuasi para korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena kondisi bangunan yang sangat rentan dan berbahaya.
Selain itu, banyak warga sekitar dan relawan juga turut serta dalam membantu proses evakuasi. Mereka memberikan dukungan moril maupun material kepada para korban dan keluarga mereka.
Informasi Terkini dan Kondisi Korban
Hingga saat ini, informasi tentang jumlah korban dan kondisi mereka terus diperbarui. Tim medis dan SAR bekerja sama untuk memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang layak. Banyak dari korban luka berat dan ringan sudah mendapatkan pertolongan pertama.
Para korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan terus dipantau. Tim SAR menggunakan alat-alat khusus untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan efisien.
Kesimpulan
Insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, telah menimbulkan banyak korban jiwa dan luka. Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR dan lembaga terkait menunjukkan komitmen untuk menyelamatkan para korban. Dengan bantuan masyarakat dan relawan, upaya penyelamatan terus berlangsung. Semoga semua korban dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.