
Pemerintah Kabupaten Bulukumba Minta Warga Waspada Terhadap Ancaman Penculikan Anak
Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penculikan anak. Imbauan ini dikeluarkan setelah adanya kejadian penculikan seorang bocah perempuan berusia 4 tahun bernama Bilqis di Kota Makassar.
Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah, menyampaikan bahwa pihaknya meminta seluruh orang tua, wali murid, guru, dan masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keselamatan anak-anak.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Sebagai pengingat kepada seluruh masyarakat kita, maka Pemkab Bulukumba imbau seluruh orang tua, wali murid, guru, dan masyarakat Kabupaten Bulukumba agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak-anak kita," ujarnya.
Ia menyarankan agar orang tua atau wali selalu antar atau jemput anak ke sekolah atau tempat bermain oleh orang yang dikenal dan dipercaya. Selain itu, penting untuk memastikan lingkungan sekitar rumah dan sekolah aman serta memberikan pengawasan ekstra saat anak keluar rumah.
Jika melihat sesuatu yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkan ke Polres atau kantor desa/kelurahan setempat agar dapat ditindaklanjuti.
"Mari bersama-sama kita jaga keamanan anak-anak agar tumbuh dan belajar dalam suasana aman dan nyaman," tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muh Ali, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kasus penculikan anak di daerah tersebut. Meski demikian, ia tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Potensi kejahatan selalu saja ada karena itu, kita minta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan meski selama ini belum ada kasus demikian," kata Muh Ali.
Kisah Pilu Bilqis: Dari Taman Kota Hingga Jambi
Beberapa hari lalu, kisah pilu menimpa Bilqis Ramadhany, seorang bocah berusia empat tahun yang berasal dari Makassar menjadi korban penculikan anak. Bilqis hilang selama enam hari, ia sempat dijual dari Makassar hingga Yogyakarta lalu ke Jambi.
Dari provinsi satu ke provinsi lainnya, Bilqis ini diubah identitas baru bernama Kiky. Kejadian ini terjadi secara misterius saat sang ayah tengah bermain tenis di sekitar taman.
Sekitar pukul 10.00 WITA, sang ayah yang hendak menjemput Bilqis mendapati taman itu sunyi tak ada lagi sosok kecil yang tadi bermain ceria. Kepanikan seketika menyeruak. Pencarian dilakukan, namun hasilnya nihil.
Melalui rekaman CCTV, tampak seorang perempuan tak dikenal membawa pergi Bilqis. Laporan pun segera dilayangkan ke Polrestabes Makassar, menandai dimulainya pencarian besar-besaran terhadap bocah empat tahun itu.
Tim Satreskrim Polrestabes Makassar bergerak cepat hingga akhirnya ditemukan di Jambi.
Perdagangan Anak yang Menjangkau Segala Wilayah
Kisah Bilqis bukan sekadar kasus penculikan ini adalah potret gelap perdagangan anak di Indonesia, yang menelusup dari taman kota hingga ke hutan pedalaman Jambi. Di balik senyum mungil yang kini kembali menghiasi wajahnya, ada trauma panjang, kebohongan, dan jaringan kejahatan yang masih harus diurai aparat.
Bilqis kini telah kembali menjadi dirinya bukan Kiky, bukan anak tanpa nama, melainkan Bilqis Ramadhany, gadis kecil yang berhasil kembali dari rantai gelap perdagangan manusia.
Sejumlah anak sedang bermain di kolam Lotong-lotong, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Tempat ini ramai dikunjungi anak untuk bermain.