Bermain Payet, Busana Kasual Tampil Berbeda dengan Desain Fungsional

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Bermain Payet, Busana Kasual Tampil Berbeda dengan Desain Fungsional


aiotrade
– Munculnya berbagai merek busana lokal memberikan banyak pilihan bagi para penggemar mode. Namun, agar bisa menarik perhatian dan bersaing di pasar, setiap brand harus memiliki koleksi yang unik dan berbeda dari yang lain.

Salah satu contoh yang menarik adalah SANANE, sebuah brand yang dibangun oleh dua mahasiswa BINUS, Naomi Hilya dan Shanelle Callista Hendra. Melalui koleksi kasual yang mereka tawarkan, SANANE menunjukkan konsep yang khas dan menarik. Misalnya, tank top kasual yang diberi sentuhan payet berwarna-warni untuk mempermanis penampilan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kalau hanya polosan saja terasa membosankan. Jadi kita tambahkan elemen-elemen ini agar tetap casual, tapi ada sesuatu yang berbeda,” ujar Shanelle baru-baru ini.

Selain menggunakan payet, SANANE juga memiliki basic collection dengan desain multifungsi. Menurut Shanelle, desain ini bisa dilihat pada model cascade yang bisa digunakan sebagai dress atau atasan. Selain itu, ada juga koleksi dengan detail karet di bagian belakang agar lebih nyaman dipakai oleh berbagai bentuk tubuh.

Mereka pun sudah merencanakan untuk mengeksplorasi bahan dan model baru, tetapi tetap menjaga sentuhan khas yang telah mereka bangun sejak awal. Warna dasar seperti hitam dan putih menjadi pilihan utama, sehingga koleksi ini bisa dengan mudah dikombinasikan.

Yang menarik, SANANE tidak hanya fokus pada desain. Mereka juga menekankan pemberdayaan. Produksi barang dilakukan dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang bisa bekerja dari rumah tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu. Hal ini selaras dengan semangat banyak brand fashion masa kini yang menekankan nilai keberlanjutan dan komunitas.

“Kita ingin ibu-ibu daerah tetap bisa memiliki penghasilan meskipun kerjanya dari rumah,” kata Naomi.

Dikenal melalui Instagram dan TikTok, saat ini SANANE sedang mempersiapkan toko resmi di platform e-commerce nasional agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

“Banyak orang masih menganggap desain fashion hanya soal membuat baju yang cantik. Padahal kita juga belajar bagaimana menjual, memasarkan, hingga membangun brand,” jelas Shanelle.

Tampil di Event Bergengsi
Meski masih muda, brand SANANE berhasil masuk dalam kurasi ketat Sunday Space Market. Bagi Naomi dan Shanelle, kesempatan ini menjadi validasi bahwa karya mereka memiliki tempat di pasar.

“Kita ingin melihat respons orang terhadap motif-motif baru. Jika banyak yang menyukai, maka kita bisa luncurkan koleksi berikutnya,” ujar mereka.

SANANE adalah salah satu contoh lahirnya entrepreneur muda dari lingkungan kampus. Dengan berbagai program enrichment dan track khusus entrepreneurship, BINUS membuka ruang bagi mahasiswanya untuk bereksperimen dan berkembang sebagai pengusaha.

Naomi dan Shanelle membuktikan bahwa passion bisa bertemu dengan peluang, lalu melahirkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar tugas kuliah. Dari sebuah ide sederhana, lahirlah SANANE, sebuah fashion brand yang kini berdiri di tengah sorotan event besar dan pasar Jakarta.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan