BGN Jaga Kualitas Susu UHT untuk Menu MBG

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
BGN Jaga Kualitas Susu UHT untuk Menu MBG

Kebijakan Susu dalam Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa penggunaan susu ultra high temperature (UHT) atau susu kemasan tidak akan dibatasi sebagai bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dadan menjelaskan bahwa jenis susu UHT yang tidak akan dibatasi adalah susu tanpa tambahan rasa atau yang disebut sebagai plain. “Untuk beberapa produk yang dapat diterima seperti susu UHT yang rasanya plain, saya kira kita tidak membatasi itu,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Susu UHT menjadi bagian dari teknologi pemrosesan makanan yang baik untuk manusia dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Namun, BGN tetap berkomitmen untuk menghindari produk yang mengandung gula berlebihan dalam menu MBG, meskipun belum memberikan detail lebih lanjut tentang peraturan tersebut.

Selain itu, Dadan menekankan pentingnya mendukung produk UMKM, terutama jika diproduksi secara higienis. “Kami tentu saja akan mengutamakan produk UMKM, apalagi kalau diproduksi secara higienis,” katanya.

Standar Kebersihan dan Keamanan Pangan

Terkait jaminan tingkat kehigienisan dan keamanan pangan di tataran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dadan menyatakan bahwa BGN mendorong mitra untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pemerintah daerah.

“Sementara untuk HACCP [Hazard Analysis and Critical Control Point], kita akan menggandeng lembaga independen di bidang HACCP yang lembaganya telah tersertifikasi,” tegas Dadan.

Prioritas Keselamatan Anak dalam Pelaksanaan MBG

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa keselamatan anak menjadi prioritas utama pemerintah dalam pelaksanaan program MBG. Ia menyampaikan bahwa SPPG yang bermasalah akan ditutup sementara untuk menjalani evaluasi dan investigasi.

“Kami sudah rapat. Sebagaimana saudara ketahui, Bapak Presiden setibanya di tanah air langsung memimpin rapat bersama beberapa menteri di Halim. Salah satu yang dibahas adalah MBG. Bahkan setelah dari Halim semalam, masih melanjutkan soal MBG, dan siang ini atas instruksi Presiden kami kembali rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait,” katanya dalam konferensi pers usai rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan.

Langkah-Langkah Penyempurnaan Program

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dijajaki sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan adanya kebijakan yang jelas tentang penggunaan susu UHT dan penekanan pada kebersihan serta keamanan pangan, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan aman.

Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh BGN antara lain:

  • Memastikan penggunaan susu UHT yang sesuai standar, yaitu tanpa tambahan rasa.
  • Menghindari produk dengan kandungan gula berlebihan.
  • Mendukung produk UMKM yang memenuhi standar higienis.
  • Memastikan kebersihan dan keamanan pangan melalui sertifikasi SLHS dan HACCP.

Dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan program MBG dapat mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan