
Penipuan Elektronik Mengakibatkan Hilangnya Dana Operasional SPPG
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan adanya kasus hilangnya dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp1 miliar dari rekening SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat. Informasi ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, di Jakarta pada Kamis, 6 November 2025. Menurutnya, Direktur Manajemen Risiko BGN telah membuat laporan ke Mabes Polri terkait insiden tersebut.
Pekan lalu, Yayasan Prama Guna Nasional (PGN) juga melaporkan hilangnya dana operasional sebesar Rp1 miliar dari rekening salah satu SPPG Pangauban. Angka ini mengejutkan karena dana tersebut merupakan dana operasional pelaksanaan program MBG yang sangat penting.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Laporan resmi tersebut disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui dokumen Laporan Khusus (Lapsus) Nomor: 001/PGN/SPPG-PANGAUBAN/2025. Dalam laporan itu disebutkan bahwa insiden terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 18.30 WIB. Saat itu, Kepala SPPG Pangauban Batujajar, Mochamad Cakra Aji Saputra, sedang memproses approval transaksi melalui sistem BNI Direct.
Tiba-tiba, akses ke sistem memunculkan perintah penggantian kata sandi. Cakra kemudian menghubungi layanan live chat BNI melalui situs resmi. Tidak lama setelah itu, ia dihubungi seseorang yang mengklaim sebagai pihak resmi bank dan memberikan tautan untuk mengganti password dengan alasan keamanan.
Karena meyakini bahwa komunikasi itu legal, Cakra lalu mengikuti arahan orang itu, termasuk memberikan challenge dan response banking yang bersifat rahasia. Keesokan harinya, kontak yang digunakan tidak bisa lagi dihubungi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata saldo rekening yang sebelumnya sekitar Rp1 miliar tersisa hanya Rp12 juta.
Akibat insiden penipuan transaksi elektronik atau biasa disebut dengan istilah phishing itu, SPPG Pangauban terpaksa berhenti operasi sementara. Padahal mereka baru beroperasi selama 10 hari itu. SPPG Pangauban ini memproduksi 3.500 porsi menu MBG setiap hari untuk delapan sekolah di wilayah Batujajar.
Langkah Pencegahan dan Tindakan Internal
Agar kejadian ini tidak berulang, Wakil Kepala BGN mengingatkan agar semua Kepala SPPG mewaspadai modus operandi kejahatan cyber ini serta cermat dan berhati-hati dalam bertransaksi. Ia juga menyarankan agar seluruh pihak lebih waspada terhadap segala bentuk permintaan informasi sensitif melalui media digital.
Secara internal, BGN telah menon-aktif Kepala SPPG tersebut untuk proses investigasi lebih lanjut. βBiro SDMO (Sumber Daya Manusia dan Organisasi) untuk administrasi kepegawaian, dan Inspektorat untuk sisi disiplin,β ujarnya.
Kesimpulan
Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh institusi yang menggunakan sistem digital dalam pengelolaan dana. Keamanan data dan kewaspadaan terhadap tindakan ilegal sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang kembali.