BGN Mengapresiasi Lumbung Mataram sebagai Pasokan Pangan MBG Yogyakarta

admin.aiotrade 24 Des 2025 3 menit 13x dilihat
BGN Mengapresiasi Lumbung Mataram sebagai Pasokan Pangan MBG Yogyakarta

Inisiatif Lumbung Mataram di DIY Dapat Apresiasi dari BGN

Program Lumbung Mataram yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan sebagai pemasok bahan baku pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, yang menekankan penggunaan produk dalam negeri dan pemberdayaan ekonomi desa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan apresiasinya setelah menghadiri pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Gedong Wilis, Kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Selasa (23/12/2025). Menurutnya, program ini sangat luar biasa karena dilakukan secara terintegrasi untuk pertanian dan peternakan.

“Alhamdulillah, luar biasa. Ternyata Ngarso Dalem telah menyiapkan Program Lumbung Mataram yang dibangun secara terintegrasi untuk pertanian dan peternakan. Lumbung Mataram ini nanti, insya Allah, akan memasok dapur-dapur MBG,” ujar Nanik.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Sri Sultan Hamengkubuwono X menjelaskan bahwa Program Lumbung Mataram merupakan program pemberdayaan masyarakat desa yang telah disiapkan sejak dua tahun lalu. Setiap desa di DIY menyediakan lahan kas desa seluas 1 hingga 1,25 hektare yang dikelola oleh warga yang tidak memiliki lahan pertanian.

“Lumbung Mataram ini kami siapkan untuk membantu warga masyarakat yang kurang beruntung,” kata Sultan Hamengkubuwono X.

Nanik menyoroti kebutuhan bahan baku pangan untuk Program MBG yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG di berbagai daerah. Hal ini berpotensi memicu inflasi dan kelangkaan pangan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Namun, menurutnya, Program Lumbung Mataram dapat menjadi solusi strategis karena menerapkan pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor pertanian dan peternakan di tingkat desa.

“Diharapkan dengan adanya Lumbung Mataram ini, tidak ada lagi ketergantungan pembelian bahan baku dari luar daerah. Kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa bisa terwujud,” kata Nanik, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi antar Kementerian dan Lembaga Program MBG.

Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap Program Lumbung Mataram mampu memasok sebagian besar kebutuhan bahan baku pangan untuk Program MBG di DIY. Jika berjalan optimal, lahan Lumbung Mataram berpeluang untuk diperluas guna meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Program Lumbung Mataram dinilai selaras dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, yang memprioritaskan keterlibatan usaha mikro dan kecil, koperasi, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam penyelenggaraan Program MBG.

Nanik pun berkomitmen untuk menyosialisasikan model Lumbung Mataram ke berbagai daerah lain di Indonesia.

“Saya akan sampaikan bahwa DIY telah memelopori pemanfaatan lahan idle atau tanah bengkok desa untuk pertanian dan peternakan yang dikelola warga tidak berlahan,” ujarnya.

Manfaat dan Potensi Program Lumbung Mataram

Program Lumbung Mataram memberikan banyak manfaat bagi masyarakat desa. Berikut beberapa potensi yang dapat diambil dari program ini:

  • Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan lahan yang tersedia
  • Mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah
  • Mendorong pemberdayaan masyarakat desa dengan memperluas akses kepada sumber daya alam
  • Memastikan ketersediaan bahan baku pangan yang stabil untuk Program MBG

Selain itu, program ini juga menjadi contoh inovatif dalam pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan menggabungkan sektor pertanian dan peternakan, Lumbung Mataram dapat menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Langkah Ke depan

Berdasarkan hasil pertemuan antara BGN dan Gubernur DIY, langkah-langkah berikut direncanakan:

  • Melakukan sosialisasi model Lumbung Mataram ke berbagai daerah di Indonesia
  • Memperluas cakupan lahan yang digunakan dalam program Lumbung Mataram
  • Meningkatkan kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam penyelenggaraan Program MBG
  • Mengembangkan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat desa dalam mengelola lahan

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Program Lumbung Mataram diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan masyarakat desa dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan