
aiotrade, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengajukan permintaan kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia untuk mendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan oleh Kepala BGN Dadan Hindayana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (12/11/2025). Dia menyetujui usulan Dewan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG berorientasi pada pangan lokal.
“Saya setuju bahwa semuanya harus berbasis lokal. Nanti kami akan menyampaikan ke Danantara agar uangnya digunakan untuk membiayai masyarakat yang ada di sekitar SPPG,” kata Dadan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dadan menjelaskan, berdasarkan perhitungan BGN, setiap SPPG di Tanah Air membutuhkan suplai dari minimal 4 kandang ayam petelur dan 9 kandang ayam pedaging. Untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam tersebut, diperlukan 18 hektare lahan jagung per SPPG.
Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa diperlukan 1,5 hektare kebun pisang untuk menyediakan menu pisang sebanyak dua kali dalam seminggu. Bahkan, untuk menyediakan menu ikan lele, dibutuhkan hingga 32 unit kolam.
“Ini saya kira potensi ekonomi yang luar biasa yang bisa dikembangkan oleh siapa pun untuk menciptakan wirausaha baru di sekitar SPPG,” ujarnya.
Dadan kemudian menyampaikan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan menu MBG berupa telur ayam dan daging ayam setiap hari. Menurutnya, selama ini rata-rata dapur MBG menyediakan menu ayam tersebut sebanyak dua kali dalam seminggu.
Untuk itu, Dadan menilai diperlukan 6 juta peternak ayam petelur baru dan tambahan 1 juta ayam pedaging agar tidak terjadi kekurangan stok. Ia juga menambahkan bahwa diperlukan minimal 1 juta ayam pedaging baru yang akan diternakkan.
“Jika tidak, kita akan mengalami kekurangan juga. Demikian pula untuk sayuran dan komponen lainnya,” ujar ahli serangga dari IPB University ini.
Sebelumnya, Danantara Indonesia memberikan respons terkait rencana pemerintah yang akan membangun peternakan ayam petelur dan pedaging dengan pendanaan senilai Rp20 triliun. Pembangunan peternakan tersebut akan dimulai pada Januari 2026.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan peninjauan terhadap pembangunan peternakan ayam petelur dan pedaging. Proses ini meliputi estimasi waktu hingga infrastruktur. Nantinya, pemerintah akan mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) untuk penugasan membangun peternakan ayam.
“Pemerintah juga berupaya agar dapat mencapai swasembada protein-protein ini. Danantara tentu saja sebagai korporasi akan melakukan peninjauan secara baik dan akan melaksanakan ini sesuai dengan kaidah korporasi yang baik,” kata Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).