BGN Pastikan Anggaran Rp 20 Triliun dari Danantara Digunakan untuk Bantu Peternak Ayam, Bukan Bangun

admin.aiotrade 17 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
BGN Pastikan Anggaran Rp 20 Triliun dari Danantara Digunakan untuk Bantu Peternak Ayam, Bukan Bangun

Pendanaan untuk Peternak, Bukan Pembangunan Peternakan Sendiri

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp 20 triliun yang akan dialokasikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tidak digunakan untuk membangun peternakan sendiri. Anggaran tersebut, kata dia, akan digunakan untuk membiayai para peternak ayam pedaging dan petelur di seluruh Indonesia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Jadi, anggaran sebesar Rp 20 triliun itu untuk membiayai para peternak, bukan Danantara yang membangun peternakan sendiri,” ujar Nanik di Jakarta, Senin (17/11).

Dia menjelaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di hulu dan peternakan kecil di hilir. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga telur serta ayam.

Menurut Nanik, Danantara akan membiayai para peternak ayam petelur dan pedaging agar kebutuhan telur dan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terpenuhi.

"Dengan demikian, hal ini diharapkan dapat mencegah terjadi lonjakan harga yang menyebabkan inflasi," jelasnya.

Penjelasan dari Pihak Danantara

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memberikan penjelasan terkait rencana pengucuran dana pembangunan peternakan ayam senilai Rp 20 triliun sebagai bentuk dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terkait rencana tersebut, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pihaknya masih harus melakukan kajian lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa kedepannya akan ada Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah menteri terkait penugasan pembangunan peternakan ayam itu kepada Danantara.

"Ini juga akan dikaji nanti tentu kan ada juga SKB yang akan dikeluarkan oleh Menteri untuk penugasan bagaimana kemudian kita membangun, ini kan terutama sekali untuk ketahanan pangan ya," ujar Dony Oskaria di Jakarta, dikutip Rabu (12/11).

Kebutuhan Protein yang Melonjak

Di sisi lain, Dony Oskaria juga mengakui bahwa kebutuhan protein untuk program MBG sangat melonjak. Itu sebabnya, pemerintah akan mendorong adanya swasembada pangan untuk kebutuhan protein tersebut.

"Dan apalagi dengan MBG, kita membutuhkan banyak protein, dan karena itu pemerintah juga berupaya untuk bagaimana kita swasembada dengan protein-protein ini," tegas Dony.

Tujuan Utama Proyek Ini

Proyek ini bertujuan untuk menciptakan sistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Dengan memperkuat ekosistem pertanian, khususnya dalam sektor peternakan ayam, pemerintah berharap bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara lebih efisien dan murah.

Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak yang terlibat dalam program MBG. Dengan adanya pasokan protein yang cukup dan terjangkau, harapan besar diarahkan pada peningkatan kesehatan dan perkembangan fisik serta mental anak-anak Indonesia.

Tantangan dan Langkah Berikutnya

Meskipun rencana ini menawarkan solusi yang potensial, beberapa tantangan tetap perlu dihadapi. Salah satunya adalah koordinasi antara berbagai pihak, termasuk BUMN, peternak kecil, dan pemerintah daerah. Selain itu, diperlukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa anggaran digunakan secara efektif dan sesuai dengan tujuan awal.

Dony Oskaria menegaskan bahwa langkah-langkah teknis dan regulasi akan terus dipersiapkan. Hal ini termasuk penyusunan SKB yang akan menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan proyek ini.

Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, diharapkan proyek ini dapat menjadi contoh sukses dalam membangun sistem pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan