BGN: Program MBG Jadi Alat Kendalikan Harga Pangan

admin.aiotrade 17 Des 2025 2 menit 28x dilihat
BGN: Program MBG Jadi Alat Kendalikan Harga Pangan

JAKARTA, aiotrade
Program makan bergizi gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi alat pengendali harga bahan baku pangan di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menekankan bahwa selain memperhatikan kandungan gizi, para ahli gizi yang bertugas di setiap SPPG juga harus memahami dinamika harga bahan baku pangan dan mampu memilih bahan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

"Dengan pemahaman ini, program MBG bisa menjadi instrumen pengendali harga bahan baku pangan di tengah masyarakat," ujarnya dalam pernyataannya, Rabu (17/12/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nanik mengingatkan agar para ahli gizi tidak hanya berpaku pada pendekatan yang terlalu teoritis dalam menentukan paket makanan MBG. Ia menyarankan agar mereka tidak hanya menggunakan bahan-bahan yang biasa digunakan tanpa mempertimbangkan situasi pasar saat itu.

"Jangan hanya memakai bahan baku pangan yang itu-itu saja, dan sekadar mencontoh dari buku-buku acuan, sementara saat itu justru terjadi kelangkaan bahan baku," tutur dia.

Menurut Nanik, bahan baku pangan yang paling banyak digunakan dalam program MBG antara lain pakcoy, wortel, buncis, kacang, selada, dan timun. Namun, jika hanya mengandalkan bahan-bahan tersebut secara terus-menerus, maka akan terjadi kelangkaan dan harga produk tersebut bisa melonjak tajam.

"Nah, kalau hanya di situ mengukurnya, hanya textbook saja, maka akan terjadi kelangkaan produk-produk tadi dan harganya akan melejit," kata dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau para ahli gizi untuk mencari alternatif bahan baku yang memiliki kandungan gizi mirip dengan bahan-bahan yang tercantum dalam buku acuan. Dengan demikian, mereka tidak hanya menyusun menu yang itu-itu saja, tetapi juga dapat menghindari lonjakan harga akibat permintaan yang terlalu tinggi.

"Pemakaian terus-menerus dalam jumlah banyak bisa memicu lonjakan harga," ujar Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Kementerian/Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG tersebut.

Selain itu, Nanik menekankan bahwa program MBG juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Jika bahan baku pangan dibeli untuk kebutuhan program ini, maka para petani akan mendapatkan pasokan yang stabil.

"Kalau harga bahan baku pangan tidak dikendalikan maka akan terjadi inflasi. Ahli gizi tolong diperhatikan, kita punya misi untuk menstabilkan harga komoditas, agar tidak melejit dan juga agar tidak terlalu jatuh," katanya.

Dengan pendekatan yang lebih realistis dan fleksibel, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal baik bagi masyarakat maupun pelaku pertanian. Hal ini menjadi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan yang seimbang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan