
Peninjauan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, melakukan peninjauan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Prokids Anak Indonesia di Kota Malang. Kunjungan ini dilakukan pada hari Minggu (26/10), dan menjadi momen penting dalam memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menekankan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting untuk memastikan keberhasilan program MBG. Ia menyoroti aspek rantai pasok pangan lokal yang harus berkelanjutan.
Istilah MBG preneur ini menarik dan inspiratif. Namun kita tidak boleh berhenti di konsep dapur saja, karena ruang lingkupnya jauh lebih luas, ujar Sony.
Menurutnya, keberhasilan dapur MBG tidak hanya ditentukan oleh operasional dapur itu sendiri, tetapi juga oleh kesiapan pasokan bahan baku dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan lokal.
Kesiapan Pasokan Bahan Baku
Sony juga menyampaikan bahwa saat ini di Kota Malang baru ada 25 SPPG, namun rencananya akan berkembang menjadi 83 unit. Oleh karena itu, kebutuhan sayur, ikan, dan bahan pangan lainnya harus dipastikan cukup.
Ini harus dirancang sejak awal, tegasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga aliran dana pemerintah pusat agar memberi manfaat ekonomi lokal. Kalau menunya telur tapi telurnya dibeli dari luar daerah, artinya uangnya keluar. Malang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan telur, sayur, dan buah dari wilayah sendiri. Inilah inti kemandirian pangan, jelasnya.
Tantangan Ke depan
Secara nasional, dari total kebutuhan sekitar 30.000 SPPG, baru 10.900 unit yang beroperasi. Di Kota Malang sendiri, baru tersedia 25 dari kebutuhan 83 SPPG.
Jadi tantangannya ke depan bukan sekadar membangun dapur, tapi membangun seluruh ekosistemnya agar berjalan selaras, tambah Sony.
Peran Bappenas dalam Program MBG
Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden. Ia memastikan perencanaannya berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ini bagian dari upaya membangun ekosistem makan bergizi nasional, ujarnya.
Rachmat juga menilai bahwa implementasi MBG di Kota Malang memiliki potensi besar untuk menjadi model nasional. Rantai pasok dari hulu hingga penerima manfaat harus menjadi satu kesatuan sistem. Hasil peninjauan hari ini menjadi langkah penting agar model MBG di Malang bisa menjadi contoh sukses, pungkasnya.
Komitmen Pemerintah Daerah
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah telah menerapkan standar pelaksanaan dan pembagian tanggung jawab sesuai ketentuan, agar program berjalan efektif di lapangan.
SOP sudah diterapkan dengan baik, dan seluruh kelurahan menyambut positif program MBG ini, ujar Wahyu.
Ia menambahkan bahwa masyarakat telah merasakan manfaat nyata dari pelaksanaan program tersebut. Masyarakat rata-rata sudah menerima manfaatnya, dan dari sisi kualitas gizi, pelaksanaannya juga terjaga, tutup Wahyu.