BGN Tunda Target 82,9 Juta Penerima MBG hingga Februari 2026, Ini Penyebabnya

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
BGN Tunda Target 82,9 Juta Penerima MBG hingga Februari 2026, Ini Penyebabnya


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah target penyelesaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 82,9 juta penerima menjadi bulan Februari 2026. Sebelumnya, target ini diharapkan selesai pada akhir tahun 2025, mengingat penambahan jumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur umum di berbagai wilayah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dadan, Kepala BGN, menyampaikan bahwa target tersebut akan disesuaikan dengan keadaan yang terjadi saat ini. "Kita usahakan, ya selambat-lambatnya Februari lah," ujarnya dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

Hingga hari ini, program MBG telah menjangkau 36,7 juta penerima di 38 provinsi, 509 kabupaten/kota, dan 7.022 kecamatan. Jumlah SPPG yang sudah dibangun dan beroperasi mencapai 12.508 titik.

Meskipun demikian, Dadan tetap optimis bahwa target 82,9 juta penerima MBG bisa tercapai pada tahun ini, asalkan tidak ada gangguan serius. "Tapi, kita yakin kita masih bisa kejar, tergantung intensitas gangguan yang terjadi," katanya.

Ia mengakui adanya beberapa kendala dalam menjalankan program MBG. Namun, ia tidak merinci jenis gangguan apa saja yang dialami. "Karena sekarang tidak hanya di darat, di udara pun kita sudah mulai diganggu. Saya bilang tadi ada gangguan, darat ya kan. Ada hal yang harus kita atasi darurat dan sebagainya, termasuk udara," ujar Dadan.

Gangguan di udara meliputi gangguan dalam sistem pendaftaran SPPG. "Kan ketika sistem kita diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu. Jadi, kadang-kadang ada gangguan seperti itu, yang memang kita sedang atasi terus. Tapi, alhamdulillah sejauh ini bisa kita atasi, on track," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta Kepala BGN agar tidak terlalu terburu-buru dalam mengejar target 40 juta penerima hingga akhir tahun 2025. Yang terpenting, kata Prabowo, program unggulan yang diuji coba sejak masa kampanye itu berjalan dengan baik.

"Memang Kepala BGN bekerja keras supaya pada hari ini mencapai 40 juta, tapi saya sampaikan 'jangan dipaksakan, ojo ngoyo, yang penting baik pelaksanaannya,'" ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Prabowo juga memberikan apresiasi atas capaian 36,7 juta penerima MBG yang telah diraih sejak setahun terakhir. Ia menyatakan bahwa negara lain butuh waktu lebih lama untuk mencapai angka tersebut.

"Ini prestasi yang dipantau banyak negara. Yang saya tahu, Presiden Brasil memberitahu kepada saya bahwa mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Kita alhamdulillah dalam 1 tahun kita mencapai 36 juta," imbuh dia.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan