
aiotrade,
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa total nilai ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai sebesar Rp52 triliun hingga saat ini.
Deputi Teknologi dan Pengelolaan BGN, Tigor Pangaribuan, menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh dari sekitar 17.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Perputaran ekonomi terutama didorong oleh rantai pasok bahan pangan yang digunakan dalam program tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Total nilai ekonomi yang sudah mengalir sekarang ini adalah Rp52 triliun dari 17.000 SPPG tadi,” ujar Tigor dalam acara BIG Conference 2025 bertajuk Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi di Raffles Hotel, Jakarta pada Senin (8/12/2025).
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan bahan pangan untuk MBG telah memberikan dampak langsung hingga tingkat desa dan kecamatan di seluruh Tanah Air.
Tigor mencontohkan bahwa peternak ayam di beberapa daerah kini mengalami perubahan nasib. Sebelumnya, mereka sering menghadapi kelebihan telur, tetapi kini telur-telur tersebut terserap sepenuhnya sebagai bahan baku makanan MBG.
Namun, Tigor tidak menyangkal bahwa terjadi persaingan dalam pembelian bahan pangan dengan masyarakat luas. Oleh karena itu, ia juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan.
“Jadi rakyat kita harus siap kembali untuk bertani dan meningkatkan produksi pertanian. Itu yang diharapkan,” jelas Tigor.
BIG Conference merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Group (BIG). Acara ini menjadi wadah bagi pelaku ekonomi, bisnis, dan pemerintahan untuk berdiskusi secara interaktif mengenai prospek ekonomi pada tahun 2026.
BIG Conference berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025 dengan mengusung tema Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintahan maupun swasta, untuk membahas tantangan ekonomi yang akan datang.
Selain sesi diskusi utama, BIG Conference juga menghadirkan sesi Leader’s Talk yang diisi oleh para menteri dan pimpinan lembaga. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang isu-isu ekonomi terkini serta strategi yang dapat diterapkan dalam membangun kedaulatan ekonomi.
Beberapa topik yang akan dibahas dalam konferensi ini antara lain:
- Perkembangan ekonomi nasional dan global
- Strategi pengembangan usaha kecil dan menengah
- Pentingnya inovasi teknologi dalam sektor ekonomi
- Kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan ekonomi
BIG Conference juga menjadi ajang untuk memperkuat kemitraan antara pihak swasta dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara berbagai pihak guna mencapai tujuan ekonomi yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.