BUKITTINGGI, aiotrade
Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan instrumen keuangan baru yang dikenal sebagai BI-FRN (Floating Rate Note). Instrumen ini akan menjadi aset dasar atau underlying asset dalam penerbitan instrumen keuangan turunan atau derivatif.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya menyampaikan bahwa penerbitan BI-FRN merupakan bagian dari upaya BI untuk memperkuat bauran kebijakan dan strategi operasi moneter agar lebih pro-pasar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ada rencana penerbitan instrumen baru yaitu BI Floating Rate Note (BI-FRN) serta Overnight Index Swap (OIS)," ujarnya saat pelatihan wartawan di Hotel Santika Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (24/5/2025).
Juli menjelaskan bahwa instrumen ini akan melengkapi underlying asset BI yang sudah ada seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Dengan demikian, BI akan tetap menerbitkan SRBI, meski volumenya akan dikurangi.
"Jadi SRBI sebagai instrumen moneter akan tetap ada. Ke depan, instrumen ini akan ditambah dengan BI-FRN untuk memperkaya instrumen sekaligus memperdalam pasar keuangan," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai BI-FRN. Namun, yang jelas, penerbitan surat berharga berkualitas tinggi ini bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan sekaligus meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
"Bentuknya seperti apa? Nanti akan disampaikan. Tapi tujuannya adalah memperdalam pasar keuangan domestik agar bisa mendukung sektor riil melalui peningkatan penyaluran kredit," ungkap Ramdan.
Ramdan juga memastikan bahwa BI akan tetap menerbitkan SRBI lantaran instrumen ini berfungsi untuk mengelola likuiditas, menstabilkan nilai tukar rupiah, dan mendalami pasar uang.
"Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana BI secara kontinu menakar jumlah SRBI agar tetap mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus menjaga likuiditas di pasar uang untuk mendorong pertumbuhan kredit," tukasnya.
Sebagai informasi, BI mencatat penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 707,05 triliun pada 21 Oktober 2025.
Tujuan Penerbitan BI-FRN
Penerbitan BI-FRN memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Memperkaya portofolio instrumen keuangan yang tersedia di pasar
Meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas
Memperdalam pasar keuangan domestik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui pengelolaan kebijakan moneter yang lebih fleksibel
Peran SRBI dalam Kebijakan Moneter
Meskipun BI-FRN akan diterbitkan, SRBI tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan moneter. Beberapa fungsi utamanya meliputi:
Mengelola likuiditas di pasar uang
Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
* Mendukung transmisi kebijakan moneter ke sektor riil
Perkembangan Pasar Keuangan
Dengan adanya BI-FRN, pasar keuangan di Indonesia diharapkan semakin berkembang dan lebih kompleks. Hal ini akan memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku pasar dan meningkatkan daya saing pasar keuangan nasional.
Selain itu, penerbitan instrumen baru ini juga diharapkan dapat membantu BI dalam menyesuaikan kebijakan moneter terhadap dinamika pasar. Dengan adanya lebih banyak instrumen, BI akan lebih mudah melakukan operasi moneter yang tepat sasaran.
Tantangan dan Peluang
Meski penerbitan BI-FRN menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti:
Kesiapan pasar dalam menerima instrumen baru
Pengaturan regulasi yang sesuai dengan perkembangan pasar
* Peningkatan pemahaman investor terhadap instrumen keuangan baru
Namun, di balik tantangan tersebut, ada peluang besar untuk meningkatkan kedalaman dan liquiditas pasar keuangan. Dengan pendekatan yang tepat, BI-FRN diharapkan dapat menjadi salah satu alat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.