
\naiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Bank Indonesia (BI) memiliki rencana untuk menerbitkan instrumen keuangan baru bernama BI-FRN (Floating Rate Note) sebagai salah satu instrumen operasi moneter (OM) berbasis rupiah. Rencananya, instrumen ini akan diterbitkan pada 17 November 2025 mendatang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
BI-FRN adalah surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka pendek dengan suku bunga mengambang atau berubah-ubah mengikuti acuan suku bunga tertentu. Instrumen ini diharapkan menjadi bagian dari sistem keuangan yang lebih dinamis dan responsif terhadap perubahan pasar.
\nKepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, Fitra Jusdiman, menjelaskan bahwa sejak 2023 BI telah menerbitkan beberapa instrumen pro-market seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI).
\n“Nah ini ada tambahan, BI-FRN ini instrumen rupiah juga, sama-sama konvensional. Saya ini baru hanya secara konvensional, belum ada syariah,” ujar Fitra dalam Taklimat Media, Jumat (7/11/2025).
\nBI-FRN akan menjadi underlying atau referensi pasar bagi transaksi Overnight Index Swap (OIS), yaitu instrument lindung nilai suku bunga melalui pertukaran dua jenis pendapatan dari suku bunga yang berbeda, yakni tetap dan mengambang berbasis suku bunga overnight alias Indonesia Overnight Index Average (INDONIA).
\nMenurut Fitra, tujuan adanya BI-FRN adalah untuk mendorong pengembangan OIS market berbasis INDONIA. Dengan demikian, pasar dapat lebih efisien dalam mengelola risiko suku bunga.
\nFitra menegaskan bahwa instrumen BI-FRN berbeda dengan SRBI yang lebih ditujukan untuk mengelola likuiditas rupiah, memperdalam buffer (penyangga), serta menarik aliran dana masuk (inflow).
\n“Tapi kalau untuk BI-FRN ini, fokusnya adalah bagaimana kita bisa mendorong pengembangan OIS market di Indonesia,” jelasnya.
\nSelain itu, Fitra menyebutkan bahwa BI-FRN bersifat sangat terbatas dan bisa bersifat sementara. Jika kelak pasar telah berkembang dengan banyak instrumen suku bunga mengambang (floating rate), maka pasar dapat menggunakan instrumen pasar sebagai underlying untuk OIS.
\nTeknologi yang digunakan dalam BI-FRN dapat menjangkau tenor hingga 12 bulan. Instrumen ini dapat diakses oleh investor sekunder, termasuk oleh non resident investor (NORSI). Adapun imbal hasilnya berupa kupon yang dibayarkan pada saat jatuh tempo.
\nBeberapa manfaat yang diharapkan dari penerbitan BI-FRN antara lain:
\n- \n
- Meningkatkan efisiensi pasar keuangan dengan memberikan alternatif instrumen suku bunga yang lebih fleksibel. \n
- Memperkuat struktur pasar OIS berbasis INDONIA sehingga meningkatkan stabilitas sistem keuangan. \n
- Mendorong partisipasi investor domestik maupun asing dalam pasar keuangan Indonesia. \n
- Membantu BI dalam menjalankan kebijakan moneter yang lebih akurat dan responsif terhadap kondisi pasar. \n
Dengan penerbitan BI-FRN, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan instrumen keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.