BI Akan Rilis Surat Berharga Bunga Mengambang

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 26x dilihat
BI Akan Rilis Surat Berharga Bunga Mengambang

Penerbitan BI-FRN untuk Mendukung Pengembangan Pasar OIS

Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan Floating Rate Note (BI-FRN) pada 17 November mendatang. BI-FRN adalah surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan sebagai pengakuan atas utang berjangka waktu pendek dengan suku bunga mengambang. Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Fitra Jusdiman, menjelaskan bahwa penerbitan BI-FRN bertujuan untuk membantu pengembangan pasar Overnight Index Swap (OIS).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

OIS akan berbasis INDONIA (Indonesia Overnight Index Average) dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2028 mendatang. "Karakternya (BI-FRN) sama seperti instrumen operasi moneter kontraksi yang lainnya. Tapi dia memang ditujukan utamanya untuk membantu pengembangan OIS. Kemudian suku bunganya sifatnya mengambang, overnight," kata Fitra dalam taklimat media di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Fitra menjelaskan, pembayaran kupon BI-FRN dilakukan pada saat jatuh tempo. Sedangkan untuk instrumen lain, besaran kupon atau diskonto sudah diketahui di awal. Dia mencontohkan, suku bunga INDONIA pada saat lelang awal ditentukan sebesar 4 persen. Kemudian, ditentukan juga margin sebesar 0,5 persen. Namun di akhir tenor 12 bulan, ada potensi suku bunga lebih rendah dari 4,5 persen.

"Karena adanya risiko fluktuasi suku bunga tadi, makanya kemudian ini bisa memicu pemegang BI-FRN untuk melakukan yang namanya hedging (lindung nilai), melalui instrumen OIS tadi," ucap Fitra. Adapun BI-FRN akan diperdagangkan di pasar perdana dengan para Dealer Utama (DU) pasar uang dan valuta asing. Namun BI-FRN juga bisa dimiliki oleh bank, nonbank, dan nonresiden lewat pasar sekunder.

Peran BI-FRN dalam Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Valas

Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Agustina Dharmayanti, menambahkan, ketika bank-bank sudah memiliki aset dengan suku bunga mengambang, mereka akan merasa perlu untuk menggunakan instrumen lindung nilai. Dia menjelaskan, penerbitan BI-FRN merupakan bagian dari Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas (BPPU) 2030 dengan agenda reformasi benchmark rate di pasar uang.

Saat ini, benchmark rate pasar uang yang menjadi acuan Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR). JIBOR dibentuk berdasarkan kuotasi suku bunga 17 bank kontributor dan bersifat forward-looking. Namun mulai 1 Januari 2026, JIBOR akan digantikan oleh Compunded INDONIA.

Dengan pergantian ini, benchmark rate akan mengacu pada data transaksi dan tidak lagi berbasis kuotasi. "Setelah masa transisi ini, kami harap OIS yang dikembangkan dari sekarang sudah lebih banyak. Sehingga nanti di 2028 dan seterusnya dia sudah bisa menjadi rata-rata," ujar Agustina.

Masa Transisi dan Tujuan Jangka Panjang

Pergantian dari JIBOR ke Compunded INDONIA merupakan langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan akurasi tingkat bunga di pasar uang. Dengan basis data transaksi, Compunded INDONIA diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih realistis tentang kondisi pasar, sehingga meningkatkan stabilitas sistem keuangan.

Selain itu, penerbitan BI-FRN juga diharapkan mampu mempercepat pengembangan pasar OIS. Dengan adanya instrumen ini, pelaku pasar akan memiliki alat untuk mengelola risiko suku bunga secara lebih efektif. Hal ini penting mengingat fluktuasi suku bunga yang terjadi dalam jangka pendek dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan dan institusi keuangan.

Agustina menegaskan bahwa pengembangan OIS akan menjadi salah satu prioritas utama BI dalam beberapa tahun ke depan. Dengan peningkatan partisipasi dan penggunaan OIS, diharapkan dapat menciptakan sistem keuangan yang lebih stabil dan responsif terhadap dinamika pasar.

Kesimpulan

Penerbitan BI-FRN oleh Bank Indonesia merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan pasar keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan adanya instrumen ini, pelaku pasar akan memiliki akses ke alat lindung nilai yang lebih efektif, sementara OIS akan menjadi fondasi baru dalam penentuan suku bunga di pasar uang. Dengan kerangka kerja yang telah dirancang, BI berkomitmen untuk terus memperkuat sistem keuangan nasional menuju tahun 2030.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan