
Bank Indonesia Jelaskan Langkah-Langkah Redenominasi Rupiah
Bank Indonesia (BI) akhirnya angkat bicara mengenai isu redenominasi rupiah yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat. Dalam pernyataannya, BI menegaskan bahwa proses redenominasi telah direncanakan dengan matang dan didasarkan pada berbagai pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan tiga poin utama terkait isu ini. Pertama, ia menjelaskan bahwa redenominasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat kredibilitas rupiah, serta mendukung modernisasi sistem pembayaran nasional.
“Redenominasi rupiah adalah penyederhanaan jumlah digit pada pecahan (denominasi) rupiah tanpa mengurangi daya beli dan nilai rupiah terhadap harga barang dan/atau jasa,” ujar Denny dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (10/11/2025).
Proses Redenominasi Direncanakan Secara Matang
Poin kedua yang disampaikan oleh Denny adalah bahwa proses redenominasi telah direncanakan secara matang dan melibatkan koordinasi erat antarseluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa saat ini, RUU Redenominasi telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah Tahun 2025 – 2029, sebagai RUU inisiatif Pemerintah atas usulan Bank Indonesia.
“Selanjutnya, Bank Indonesia bersama Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat akan terus melakukan pembahasan mengenai proses redenominasi,” jelasnya.
Implementasi Redenominasi Dipastikan Memperhatikan Berbagai Faktor
Adapun poin ketiga berkaitan dengan implementasi redenominasi yang dipastikan mempertimbangkan berbagai hal dengan memperhatikan dinamika yang terjadi. Denny menjelaskan bahwa implementasi redenominasi tetap mempertimbangkan waktu yang tepat, dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial serta kesiapan teknis termasuk hukum, logistik, dan teknologi informasi.
“Bank Indonesia akan tetap fokus menjaga stabilitas nilai Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi selama proses redenominasi berlangsung,” tambahnya.
Penjelasan Tentang Tujuan Redenominasi
Redenominasi sendiri bertujuan untuk membuat sistem moneter lebih efisien dan mudah dikelola. Dengan pengurangan jumlah digit pada uang kertas dan koin, masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan transaksi sehari-hari. Selain itu, redenominasi juga diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas rupiah di mata internasional.
Meski begitu, BI menekankan bahwa proses ini tidak akan dilakukan secara mendadak. Semua tahapan akan dilakukan secara bertahap dan dengan persiapan yang matang agar tidak menimbulkan gangguan pada masyarakat maupun perekonomian.
Masa Depan Sistem Pembayaran Nasional
Dalam konteks yang lebih luas, redenominasi juga menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem pembayaran nasional. Dengan adanya perubahan denominasi, BI berharap dapat memfasilitasi pengembangan sistem pembayaran digital yang lebih cepat dan efisien.
Selain itu, redenominasi juga diharapkan dapat membantu mengurangi biaya produksi uang kertas dan koin, karena jumlah digit yang lebih sedikit akan mempermudah proses pencetakan dan distribusi uang.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, redenominasi rupiah adalah langkah penting yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk memastikan stabilitas dan efisiensi sistem moneter negara. Dengan rencana yang matang dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, proses ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian secara keseluruhan.