
Arus Modal Asing yang Masuk ke Pasar Domestik
Pada pekan ini, tercatat sebesar Rp 0,24 triliun modal asing masuk ke pasar domestik. Data tersebut didasarkan pada transaksi yang berlangsung antara tanggal 15 hingga 18 Desember 2025. Menurut keterangan resmi dari Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, nonresiden mencatat beli neto sebesar Rp 0,24 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Transaksi ini terbagi menjadi beberapa komponen, yaitu: * Beli neto sebesar Rp 0,6 triliun di pasar saham. * Beli neto sebesar Rp 0,26 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). * Jual neto sebesar Rp 0,62 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Selama tahun 2025, dari awal tahun hingga 18 Desember 2025, nonresiden mencatat penjualan neto di berbagai pasar, yaitu: * Rp 25,04 triliun di pasar saham. * Rp 2,00 triliun di pasar SBN. * Rp 112,39 triliun di SRBI.
Di sisi lain, premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 18 Desember 2025 tercatat sebesar 69,80 basis poin. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan data pada 12 Desember 2025 yang berada di level 71,22 bps.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.609,55 pada pekan ini. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,59 persen dibandingkan penutupan pekan lalu yang berada di posisi 8.660,49. Menurut Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan sebesar 0,59 persen, dari Rp 15.882 triliun pada pekan lalu menjadi Rp 15.788 triliun pekan ini.
Perdagangan Saham di BEI
Data perdagangan saham di BEI selama periode 15 hingga 19 Desember 2025 menunjukkan kondisi yang bervariasi. Kautsar dalam keterangan resmi pada Jumat, 19 Desember 2025, menjelaskan bahwa rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 12,59 persen, turun menjadi 2,80 juta kali transaksi dari 3,20 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian pada pekan ini juga mengalami penurunan sebesar 20,80 persen, menjadi 47 miliar lembar saham dari 59,35 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya penurunan aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia.