
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Akhir Tahun 2025
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta yakin bahwa ekonomi ibu kota akan tumbuh lebih tinggi menjelang akhir tahun 2025. Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 4,96 persen year on year (yoy). Meskipun sedikit melambat, laju pertumbuhan ini masih sesuai dengan pola tahunan, di mana pertumbuhan biasanya menurun pada triwulan ketiga.
"Pola konsumsi masyarakat cenderung turun setelah Hari Besar Keagamaan Nasional dan masa libur sekolah berakhir. Selain itu, minimnya hari libur nasional juga turut menekan aktivitas konsumsi," ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi yang Melambat
Iwan menjelaskan bahwa pihaknya mencatat, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,01 persen (yoy) dan dinilai melambat dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,18 persen. Investasi juga ikut melemah, hanya tumbuh 3,67 persen dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,50 persen.
Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh kerusuhan di Jakarta pada triwulan III 2025, yang membuat masyarakat menahan belanja dan pelaku usaha menunda ekspansi bisnis. Namun, perlambatan ekonomi dapat ditekan berkat langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah kebijakan digulirkan, antara lain perbaikan fasilitas umum, transportasi Transjakarta gratis, penambahan bantuan sosial melalui kartu sembako, serta penyelenggaraan berbagai event besar di ibu kota.
Konsumsi Pemerintah yang Melonjak
Sementara itu, konsumsi pemerintah justru melonjak tinggi hingga 20,06 persen (yoy) atau naik signifikan dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,16 persen. Lonjakan tersebut didorong oleh pembukaan blokir anggaran oleh pemerintah pusat yang mempercepat realisasi belanja barang, subsidi, dan bantuan sosial.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama disokong sektor jasa, seperti informasi dan komunikasi, perdagangan, serta jasa perusahaan. Peningkatan konsumsi paket data, aktivitas perjalanan termasuk umrah, dan penyelenggaraan berbagai event serta MICE turut memberi dorongan positif.
Optimisme Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
Melihat perkembangan hingga lima minggu pertama triwulan IV 2025, Iwan optimistis perekonomian Jakarta terus menguat. Dorongan utama berasal dari maraknya konser, ajang olahraga, percepatan belanja pemerintah, serta proyek infrastruktur yang masih berjalan. Selain itu, konsumsi rumah tangga diprediksi meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Indikator ekonomi seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), dan Indeks Penjualan Eceran juga menunjukkan tren positif," ujar Iwan.
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Akhir Tahun 2025
Dengan berbagai faktor tersebut, tambah Iwan, memperkirakan ekonomi Jakarta pada akhir tahun 2025 tumbuh di kisaran 4,6 hingga 5,4 persen (yoy).
Tak hanya fokus pada pertumbuhan, sinergi pengendalian inflasi juga diperkuat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta. Strategi 4K yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif akan terus dijalankan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
"Dengan langkah itu, inflasi Jakarta diharapkan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 ±1 persen (yoy) hingga akhir tahun," tandasnya.