BI gelar pameran Ecophilia, ajak masyarakat kenali ekonomi hijau

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 15x dilihat
BI gelar pameran Ecophilia, ajak masyarakat kenali ekonomi hijau


Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan pameran bertajuk Ecophilia, yang mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya lingkungan dan memahami konsep ekonomi hijau. Pameran ini berlangsung dari 11 Desember 2025 hingga 15 Februari 2026 di Museum BI, Jakarta Pusat.

Pemilihan tema Ecophilia memiliki makna mendalam, yaitu bagaimana perilaku manusia terhadap alam dapat saling melindungi. Dengan kesadaran ini, generasi mendatang juga akan terlindungi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, saat membuka pameran tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Anton berharap pameran ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk lebih mengenal potensi ekonomi hijau yang ada di Indonesia. Ia optimis bahwa sektor ini akan terus berkembang dalam waktu dekat.

Selain Bank Indonesia, pameran ini juga melibatkan berbagai pihak seperti Prodi Desain Interior Universitas Pelita Harapan, Bank Sampah Budi Luhur, Jejakin, Boolet, PT Polindo Utama, serta berbagai UMKM. Para pelaku usaha kecil menengah ini turut memamerkan karya mereka yang terbuat dari bahan alami, seperti sabun, shampo, tas, dan kerajinan lainnya.

Pameran ini dibagi menjadi enam zona yang menawarkan pengalaman edukatif dan interaktif. Berikut penjelasannya:

Zona 1: Lorong Ecophilia: Gerbang Menuju Hati Bumi

Zona pertama merupakan pintu masuk menuju dunia ecophilia. Pengunjung diajak untuk merasakan perjalanan menuju hati bumi dengan tampilan visual dan audio yang menarik.

Zona 2: Pelataran: Harmoni Ekosistem

Di zona ini, pengunjung akan diperkenalkan pada konsep harmoni antara manusia dan ekosistem. Tampilan multimedia dan koleksi uang rupiah yang relevan dengan tema ini memberikan gambaran tentang hubungan manusia dan alam.

Zona 3: Rupa Indah: Kepingan Surga Nusantara

Zona ini menampilkan keindahan alam Indonesia yang tercetak dalam uang kertas dari masa ke masa. Pengunjung bisa melihat bagaimana alam Indonesia direpresentasikan dalam bentuk uang negara.

Zona 4: Krisis Bumi: Waktu Kita Hampir Habis!

Zona ini memberikan pesan serius tentang ancaman lingkungan yang semakin nyata. Pengunjung akan disajikan informasi tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan.

Zona 5: Aksi Bersama: Kita untuk Lingkungan

Di sini, pengunjung diajak untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, mulai dari partisipasi dalam program daur ulang hingga kampanye lingkungan.

Zona 6: Koda: Janji Hijau

Zona terakhir menawarkan harapan dan komitmen untuk menjaga lingkungan. Di sini, pengunjung bisa melihat berbagai inisiatif dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.


Dalam setiap zona, terdapat materi edukasi, koleksi uang rupiah yang sesuai dengan tema, serta multimedia interaktif. Salah satu fitur menarik adalah kalkulator karbon.

Kalkulator ini dirancang sebagai alat edukasi untuk membantu masyarakat memahami dampak emisi karbon. Direktur Departemen Ekonomi Inklusif dan Hijau BI, Kurniawan Agung W, menjelaskan bahwa kalkulator ini bisa digunakan oleh korporasi, baik kecil maupun besar, untuk menghitung emisi karbon yang dihasilkan.

“Misalnya, pengusaha kecil bisa menggunakan kalkulator ini untuk menghitung emisi dari bahan bakar diesel atau bensin. Mereka hanya perlu memasukkan angka kira-kira dalam satu bulan, minggu, atau hari, dan kalkulator akan mengkonversi hasilnya,” jelas Kurniawan.

Selain itu, pameran ini juga akan dilengkapi dengan berbagai acara pendukung seperti kegiatan bersih-bersih area Kota Tua, eksplorasi lingkungan, Night At MuBI atau bermalam di museum, talkshow, workshop, hingga walking tour sejarah sanitasi lingkungan era kolonial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan