BI Lhokseumawe Gelar Pameran Kopi Gayo di Takengon, Kembangkan Ekonomi Lokal

admin.aiotrade 15 Nov 2025 3 menit 34x dilihat
BI Lhokseumawe Gelar Pameran Kopi Gayo di Takengon, Kembangkan Ekonomi Lokal

Pameran Kopi Gayo di Takengon: Upaya Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Daerah

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe menggelar Gayo Coffee Expo di Takengon sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi wilayah berbasis komoditas unggulan. Acara ini bertujuan untuk memperluas citra Kopi Gayo dan meningkatkan daya saing serta perekonomian daerah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dataran tinggi Gayo, khususnya wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, merupakan daerah produsen kopi Arabika Gayo yang utama di Provinsi Aceh. Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2020, kedua wilayah ini masing-masing memproduksi kopi arabika Gayo rata-rata 35,26 ribu ton (Aceh Tengah) dan 29,17 ribu ton (Bener Meriah). Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah ini dalam sektor pertanian kopi.

Deputi Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, menjelaskan bahwa BI Lhokseumawe memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pameran kopi Gayo ini menjadi agenda pertama yang dihelat KPw BI Lhokseumawe untuk memperluas citra Kopi Gayo. Ia menyebut bahwa Kopi Gayo merupakan identitas masyarakat Aceh, khususnya di dataran tinggi Gayo. Meskipun namanya sudah harum sampai ke luar negeri, pameran-pameran seperti ini masih kurang terdengar gaungnya.

Menurut Yan, KPw BI Lhokseumawe memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai bagian dari cakupan kerja KPw BI Lhokseumawe, Aceh Tengah dan Bener Meriah memiliki potensi besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui penguatan dan inovasi berbasis komoditas unggulan ekspor, yakni kopi Arabika Gayo.

Gayo Coffee Expo dirangkaikan dengan sesi sharing bersama para penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kopi binaan KPw BI Lhokseumawe. Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan aneka lomba seperti V60 brewing, cupping score, hingga lomba Tubruk blend. Tujuannya adalah untuk memantik semangat masyarakat dalam melahirkan inovasi baru di dunia kopi.

Tidak hanya itu, ada pula wakaf kopi yang merupakan bagian dari peningkatan gerakan wakaf untuk mendukung ekonomi keuangan syariah. Selain itu, terdapat business matching untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan pelaku UMKM kopi di wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan sekitarnya.

Yan berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi dan sinergi dalam mengembangkan ekonomi daerah. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan lahir inisiatif baru yang dapat melahirkan inovasi dan memperkuat daya saing daerah.

Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Mursyid, mengapresiasi upaya KPw BI Lhokseumawe dalam mengharumkan nama kopi Gayo. Ia menyebut bahwa pemerintah daerah ikut memberikan dukungan lewat berbagai program seperti pemberdayaan petani, peningkatan produktivitas, hingga penguatan rantai nilai kopi Gayo.

“Kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat merupakan kunci kemajuan industri kopi kita,” ujar Mursyid.

Adapun Gayo Coffee Expo perdana ini akan digelar selama dua hari mulai tanggal 15-16 November 2025 di Takengon. Pembukaan expo ini juga menjadi momen peluncuran Buku Kopi Gayo, Pusaka Aceh yang Mendunia, kolaborasi antara KPw BI Lhokseumawe dengan harian Bisnis Indonesia. Buku tersebut bercerita dari hulu ke hilir, mulai dari sejarah tanaman kopi di dataran tinggi Gayo hingga inovasi-inovasi turunan kopi Gayo yang lahir dari tangan putra-putra daerah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan