
Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Ternyata Tinggal Bersama Bibinya
FN, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, ternyata tinggal bersama bibinya. Orangtuanya bekerja di luar negeri dan tidak berada di sekitar lokasi kejadian. Dalam insiden bom yang terjadi di sekolah tersebut, sebanyak 54 orang menjadi korban.
Bibi FN tiba di sekolah setelah kejadian dan terus memanggil keponakannya yang sudah terkapar bersimbah darah. "Fa mana Fa? Dia siswa kelas XII, tadi lihat fotonya. Saya tantenya, orangtuanya perginya jauh (di luar negeri)," ucap wanita itu sambil menangis. Ia kemudian masuk ke dalam sekolah untuk mencari keberadaan keponakannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sosok Pelaku yang Diduga Terlibat Bullying
Sosok pelaku di balik ledakan di SMAN 72 Jakarta diduga merupakan siswa kelas XII. Hal ini didasarkan pada keterangan ZA, siswa kelas XI SMAN 72 kepada TribunJakarta. ZA mengatakan bahwa terduga pelaku, inisial F, dikenal sebagai sosok yang sering dibully. Ia selalu terlihat sendiri, dengan gaya berpakaian khasnya yaitu memakai jas putih.
"Korban dibully di sekolah, dia selalu sendiri ke mana-mana. Terus dia sering pakai jas putih, ya gitu lah," kata ZA. F diduga merakit bom secara mandiri dan diledakkan untuk membalas dendam terhadap para pembullynya. "Kaya pengin balas dendam ke korban-korbannya, kaya pengin ke pembully tapi malah ke semuanya," tambah ZA.
Penjelasan Kapolri tentang Korban
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan mengenai kasus ledakan yang terjadi di masjid SMA Negeri 72 Jakarta. Menurutnya, puluhan orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. "Di awal jumlah korban kurang lebih mencapai 50 atau 60. Tapi saat ini Alhamdulillah sudah dibuatkan posko," ujar Kapolri di Istana Presiden.
Ia menyebutkan bahwa korban sudah mulai pulang dan ada dua orang yang sedang menjalani operasi. "Korbannya saat ini sudah bisa berangsur-angsur pulang dan ada dua orang yang saat ini sedang dilaksanakan operasi," ujarnya. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pihak kepolisian akan memberikan pelayanan terbaik terhadap para korban.
Kronologi Ledakan di Sekolah
Sebelumnya, ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi saat kegiatan salat Jumat tengah berlangsung. A, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, menceritakan bahwa suara ledakan terdengar ketika seluruh jemaah masih dalam posisi duduk berdoa menjelang akhir khotbah. "Jadi kronologinya itu saat lagi salat, pada masih kotbah kan masih doa, pas mau selesai doa ada yang meledak di belakang. Kondisi pas abis ledakan langsung semua, bau petasan, bau bahan-bahan kimia," ucap A di lokasi.
Menurut A, suara ledakan berasal dari bagian belakang masjid dan disertai bau menyengat seperti bahan kimia. Setelah ledakan terjadi, suasana langsung berubah panik. Para siswa dan guru berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Beberapa orang terlihat mengalami luka bakar dan segera dibawa ke ruang kesehatan sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Evakuasi dan Pemeriksaan Lokasi
Jumlah korban luka diperkirakan mencapai belasan orang, terdiri dari siswa dan staf sekolah. Sebagian besar korban merupakan siswa kelas X dan XI yang saat itu mengikuti salat Jumat bersama di masjid sekolah. "Ada yang kena luka bakar, dibawa ke balai kesehatan. Siswa mungkin 15, staf mungkin ada 5 orang. Itu masih perkiraan. Memang di balai kesehatan semua, rata-rata ada yang udah hancur, ada yang luka ringan," ucapnya.
Setelah ledakan terjadi, para korban pun dievakuasi menggunakan sejumlah ambulans ke beberapa rumah sakit. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan membantu mengevakuasi para korban. Tak lama setelah itu, tim Gegana Korps Brimob Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara.
Petugas bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan di sekitar masjid guna memastikan tidak ada benda mencurigakan lain yang tertinggal. Hingga saat ini, area sekolah masih dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI.