Bilqis Diculik dari Makassar, Kini Jalani Trauma Healing di Jambi

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Bilqis Diculik dari Makassar, Kini Jalani Trauma Healing di Jambi
Bilqis Diculik dari Makassar, Kini Jalani Trauma Healing di Jambi

Perubahan Perilaku Bilqis Setelah Pengalaman Traumatis

Bilqis Ramdhani (4) adalah seorang anak yang menjadi korban perdagangan anak lintas provinsi. Diketahui bahwa ia berasal dari Makassar dan ditemukan di Provinsi Jambi. Kini, kondisi psikologisnya mulai menunjukkan perubahan yang cukup mencolok. Perubahan ini terlihat dari perilaku Bilqis yang lebih reaktif dan agresif ketika menginginkan sesuatu, berbeda dengan kebiasaannya sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Menurut ayahnya, Dwi Nurmas (34), Bilqis kini cenderung lebih agresif dalam meminta sesuatu. Ia menjelaskan bahwa perubahan ini tidak sepenuhnya mengubah sifat Bilqis, tetapi hanya meningkatkan intensitas agresivitasnya. “Alhamdulillah kondisinya sekarang baik masih seperti biasa, cuma agak-agak kasar, kalau ada dia minta sesuatu lebih agresif berbeda dengan kemarin-kemarin,” ujar Dwi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, Bilqis juga dikenal hiperaktif dan mudah bergaul dengan orang lain. Oleh karena itu, perubahan perilaku yang muncul hanya terkait pada intensitas agresivitasnya. Misalnya, ketika Bilqis ingin sesuatu, ia cenderung lebih agresif daripada sebelumnya. Contohnya, ketika meminta mainan, ia bisa lebih keras atau cepat dalam memperolehnya.

Pengalaman Bilqis di Lingkungan Suku Anak Dalam

Dwi juga sempat berbincang langsung dengan Bilqis mengenai pengalamannya saat berada di lingkungan Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi. Dari percakapan tersebut, Bilqis mengungkapkan bahwa ia melihat anjing dan bayi-bayi seumurannya. Ketika ditanya tentang tempat tidurnya, Bilqis menjawab bahwa ia tidur bersama para bapak-bapak. Ia mengira bahwa bapak-bapak itu adalah ayahnya sendiri. Sedangkan untuk makanan, Bilqis menyebutkan bahwa mereka biasa makan mi.

Perubahan perilaku dan pengalaman traumatis Bilqis memicu tindakan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar. Kepala DP3A, Ita Isdiana Anwar, menjelaskan bahwa kunjungan tim tersebut bertujuan memberikan layanan trauma healing kepada Bilqis. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan awal untuk mencegah trauma jangka panjang pasca penculikan.

“Itu lebih kepada pendekatan ke anak, jangan sampai ada trauma. Ini tahap pertama, kita tadi asesmen, kemudian kami konseling juga,” kata Ita. Namun, ia menegaskan bahwa hasil asesmen awal belum bisa memastikan kondisi psikologis Bilqis sepenuhnya pulih. “Tetapi (hasilnya) belum bisa kami jawab sekarang karena namanya anak-anak kita tidak bisa paksakan. Ada tahap-tahap selanjutnya,” tambahnya.

Kronologi Hilangnya Bilqis

Bilqis dilaporkan hilang pada Minggu (2/11/2025) saat bermain di Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Setelah dilakukan penyelidikan intensif, Bilqis ditemukan dalam kondisi sehat di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), tepatnya di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu (8/11/2025) malam.

Polisi mengungkap bahwa Bilqis dijual seharga sekitar Rp 80 juta oleh jaringan pelaku lintas provinsi. Dalam kasus ini, empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Penanganan Kasus Perdagangan Anak

Kasus ini menunjukkan betapa seriusnya masalah perdagangan anak lintas provinsi. Selain menimbulkan trauma psikologis bagi korban, kasus ini juga mengancam keamanan dan keselamatan anak-anak di berbagai daerah. Untuk itu, penting adanya koordinasi antara pihak berwajib, lembaga perlindungan anak, serta masyarakat dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

Penanganan kasus seperti ini tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada pemulihan psikologis dan sosial korban. Dengan pendekatan yang tepat, harapan besar dapat dibangun agar anak-anak yang menjadi korban dapat kembali normal dan merasa aman di lingkungan mereka.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan