Bilqis Diculik, Dijual Rp 80 Juta, Hanya Diberi Makan Mi Instan

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Bilqis Diculik, Dijual Rp 80 Juta, Hanya Diberi Makan Mi Instan
Bilqis Diculik, Dijual Rp 80 Juta, Hanya Diberi Makan Mi Instan

Pengalaman Menyedihkan Bilqis, Balita yang Diculik

Bilqis, seorang balita berusia 4,5 tahun, menjadi korban penculikan yang menyedihkan. Ia menceritakan pengalamannya yang penuh ketakutan saat ditemukan oleh pihak berwajib. Saat itu, Bilqis dalam kondisi takut dan berada di tempat yang gelap. Bahkan, ia sempat merasa takut saat polisi mencoba mengamankannya.

Namun, setelah polisi melakukan video call dengan ibunya, Bilqis akhirnya mau dibawa. Penculikan Bilqis dilakukan oleh pelaku bernama Sri Yuliana di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat kejadian, Bilqis sedang menemani ayahnya, Dwi Nurmas (34), melatih tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dwi Nurmas tiba sekitar pukul 08.05 WITA bersama Bilqis yang kemudian bermain di playground dekat lapangan tenis. Sekitar pukul 09.00 WITA, Dwi Nurmas kehilangan putrinya. Dari rekaman CCTV, pelaku bernama Sri Yuliana alias Ana terlihat membawa Bilqis. Rupanya, ia membawa Bilqis untuk dijual seharga Rp 3 juta.

Anak tersebut mengaku tidak mengintai Bilqis. "Itu anak bermain, jadi saya tanya mana mama mu, dia jawab tidak ada, terus saya tanya lagi mana bapak mu, dia cuma geleng-geleng," ucapnya. Ana juga membantah bahwa dirinya menawarkan apapun pada Bilqis. "Tidak ada saya tawarkan, hanya saya bilang, sini mau kau ikut dengan saya," kata dia.

Ia kemudian menjual Bilqis seharga Rp 3 juta kepada wanita kenalannya di Facebook. "Awalnya dia mau ambil itu anak (Bilqis) untuk dirawat dengan baik. Dia menawarkan uang Rp 3 juta, dia sudah transfer Rp 500.000 ke rekening saya," ujarnya. Rupanya setelah itu, Bilqis dibawa ke Jambi dan dijual seharga Rp 80 juta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, mengatakan bahwa Bilqis dijual oleh pelaku kedua, Mery Ana (42) dan Ade Firanto Syahputra (36) ke Suku Anak Dalam Jambi. Mery adalah ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Tembesu, Kabupaten Merangin, Jambi. Sedangkan Ade berasal dari Kampung Baru 2, Pasar Bangko, Kabupaten Merangin.

Motif para pelaku murni untuk mencari keuntungan ekonomi, ungkapnya. Mery membantah bahwa dirinya menculik Bilqis. "Gak ada kami menculik anak, kami tidak menculik anak," katanya. Meski telah menjual Bilqis, ia mengaku bahwa korban hendak diadopsi, bukan dijual. "Jadi orang yang ngasih anak sama kami itu, ada orang yang minta carikan anak untuk adopsi. Jadi kita ambil," ujarnya.

Setelah sepekan hilang, Bilqis berhasil ditemukan di kawasan Tabir Selatan, Merangin, Jambi pada Minggu (9/11/2025). Dia ditemukan di lokasi yang sepi dan gelap. Kondisi Bilqis bahkan malam itu sangat ketakutan. Setelah bertemu dengan kedua orangtuanya, Bilqis pun menceritakan pengalamannya selama hampir sepekan diculik.

Rupanya, selama masa penculikan, Bilqis hanya diberi makan mi instan. "Ditanya makan apa nak? Dia bilang mi, cemilan, itu aja," kata sang ayah, Dwi Nurmas. Ia mengaku sempat stres selama anaknya hilang hampir sepekan. "Paling beratnya itu waktu antar pulang, melewati Makassar, kabarnya tidak ada simpang siur. Saya kadang pusing, stress gitu," ujarnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan