:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5176249/original/046172300_1743069356-iran_2.jpg)
Kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 11 Juni 2026 dan akan digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Ajang ini merupakan salah satu turnamen sepak bola terbesar di dunia yang mempertemukan tim nasional terbaik dari berbagai negara.
Namun, menjelang pelaksanaannya, muncul dinamika politik yang turut memengaruhi atmosfer kompetisi, terutama terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang tengah memanas. Amerika Serikat khawatir terhadap sejumlah anggota delegasi Iran yang dinilai memiliki keterkaitan dengan unsur militer, khususnya Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
AS Tegaskan Tidak Larang Iran, tapi Waspadai IRGC
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dalam konferensi pers bersama Presiden Donald Trump pada Jumat (24/4/2026), menegaskan bahwa pemerintah AS tidak melarang atlet Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Ia menyampaikan bahwa fokus kekhawatiran bukan pada para pemain, melainkan pada individu lain yang kemungkinan ikut dalam rombongan delegasi Iran.
Tidak ada pemberitahuan dari AS yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh datang, kata Rubio kepada wartawan. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa beberapa pihak yang ingin dibawa oleh delegasi Iran diduga memiliki hubungan dengan IRGC. IRGC sendiri merupakan singkatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps, yaitu pasukan elit militer Iran yang oleh pemerintah Amerika Serikat telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.
Masalah dengan Iran bukanlah atlet mereka. Masalahnya adalah beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC. Kita mungkin tidak bisa mengizinkan mereka masuk, tetapi bukan atletnya sendiri, kata Rubio. Ia juga menegaskan sikap tegas pemerintah AS terhadap potensi penyalahgunaan identitas dalam delegasi tersebut.
Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kita dan berpura-pura menjadi jurnalis dan pelatih atletik, tambah Rubio.
Usulan Penggantian Iran dengan Italia
Di tengah polemik tersebut, muncul kabar bahwa pihak Amerika Serikat melakukan lobi kepada FIFA agar posisi Iran di Piala Dunia 2026 digantikan oleh Italia. Italia sendiri diketahui gagal lolos kualifikasi untuk turnamen tersebut.
Presiden AS Donald Trump disebut telah mengutus Paolo Zampolli untuk menyampaikan usulan tersebut kepada FIFA. Zampolli, yang merupakan warga Amerika keturunan Italia, mengungkapkan harapannya agar tim nasional Italia dapat tampil di turnamen tersebut.
Saya warga asli Italia, dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka, kata Zampolli. Namun, usulan tersebut mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk dari Italia sendiri. Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi menyebut gagasan tersebut tidak pantas.
Itu tidak pantas. Anda lolos kualifikasi di lapangan, kata Andrea. Sementara itu, Menteri Ekonomi Italia Giancarlo Giorgetti bahkan menyebut ide tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.
Di sisi lain, FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola dunia tidak memberikan tanggapan resmi secara langsung terhadap usulan tersebut. Namun, pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi rujukan penting dalam menanggapi isu ini.
Tim Iran akan datang, tentu saja, kata Infantino pekan lalu. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki rencana untuk mengganti Iran dengan Italia, meskipun ada tekanan atau spekulasi yang berkembang.
Latar Belakang Ketegangan AS dan Iran
Polemik ini tidak dapat dilepaskan dari situasi geopolitik yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Hubungan kedua negara memanas setelah pecahnya konflik pada 28 Februari 2026 yang berlangsung selama 44 hari. Konflik tersebut berdampak pada berbagai sektor, termasuk olahraga internasional. Dalam kondisi gencatan senjata yang belum sepenuhnya stabil, muncul kekhawatiran mengenai keamanan dan diplomasi dalam penyelenggaraan event global seperti Piala Dunia.
Situasi ini juga memunculkan keraguan terkait pelaksanaan pertandingan Iran yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat pada fase grup. Sebagai respons, Iran sempat mengusulkan agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Namun, usulan tersebut tidak diterima.
Sikap Iran: Tetap Siap Berpartisipasi
Di tengah berbagai dinamika tersebut, pihak Iran tetap menunjukkan kesiapan untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan oleh Kementerian Olahraga dan Pemuda. Selain itu, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, juga menegaskan bahwa timnya tetap bersiap sesuai dengan rencana yang ada.
Kami sedang mempersiapkan dan membuat pengaturan untuk Piala Dunia, tetapi kami patuh pada keputusan pihak berwenang, kata Mehdi Taj. Iran sendiri berhasil lolos ke Piala Dunia untuk keempat kalinya secara berturut-turut, menunjukkan konsistensi mereka di level internasional.