
Kompetisi Bisnis BISANTREN 2025 Berikan Peluang bagi Santri dan Mahasiswa Muda
Semangat kewirausahaan santri dan mahasiswa muda dari berbagai daerah di Indonesia menggelora di Aula Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Minggu, 25 Oktober 2025. Acara ini menjadi ajang kompetisi bisnis nasional yang menarik perhatian banyak kalangan.
Dalam babak final Business Competition BISANTREN 2025, sebanyak 25 tim terbaik tampil mempresentasikan ide bisnis inovatif mereka melalui pitching deck di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi industri. Kompetisi ini digagas oleh Ardaya Foundation bekerja sama dengan IPWS Perception Engineering dan didukung oleh Telkom Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari total peserta, sepuluh besar melaju ke grand final untuk memperebutkan total hadiah Rp75 juta sebagai modal pengembangan usaha. Project Manager BISANTREN, Ikrimah Fajrul Haq, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan santri dan mahasiswa agar mampu menciptakan bisnis berkelanjutan dan berdampak sosial.
Poin dari kegiatan ini adalah menciptakan bisnis yang sustainability bagi para santri, serta berdampak jangka panjang bagi lingkungan sekitar dan pesantren, ujar Ikrimah.
Sejak awal September 2025, panitia menerima lebih dari 80 kelompok peserta yang terdiri dari 240 santri dan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia. Setelah melalui tahap inkubasi bisnis, 25 tim melaju ke semifinal, dan kini lima terbaik bersaing di babak final.
Penilaian lomba difokuskan pada visi-misi bisnis, keunikan ide, serta keberlanjutan usaha. Panitia juga menggandeng koperasi pesantren sebagai mitra pendamping agar program tetap berjalan setelah kompetisi selesai.
Sementara itu, Wakil Rektor II Unhasy, Abdullah Aminuddin Aziz, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus pesantren, Telkom Indonesia, dan IPWS menjadi bukti nyata dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan ekonomi digital santri.
Kami ingin para mahasiswa dan santri tidak hanya mampu membuat rencana bisnis, tetapi juga bisa memproduksi, memasarkan, dan membangun jaringan usaha. Harapannya program ini berkelanjutan dan bermanfaat bagi ekonomi masyarakat, tutur pria yang akrab disapa Cak Amin itu.
Unhasy kini tercatat sebagai perguruan tinggi swasta ketiga dengan capaian P2MP tertinggi dari Kemendikbudristek, yang menunjukkan kapasitas akademik dan inovatif kampus berbasis pesantren.
Menurutnya, BISANTREN 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah lahirnya wirausahawan muda santri yang mampu menggabungkan nilai keislaman, inovasi, dan kemandirian ekonomi.
Salah satu finalis, Muhammad Ridwan dari Mahad Aly Hasyim Asyari Tebuireng, memperkenalkan ide bisnis Paket Wisata Religi Tebuireng yang menggabungkan potensi sejarah, kuliner, dan budaya pesantren.
Kami ingin mengenalkan Tebuireng bukan hanya lewat sosok Gus Dur, tetapi juga tradisi, kuliner, dan kisah para ulama. Misalnya, bagaimana kopi khas Wonosalam menjadi bagian dari keseharian para kiai, kata Ridwan.
Konsep paket wisata ini mencakup ziarah ke makam Gus Dur, tur edukatif ke museum dan bank sampah, serta atraksi seni di Panggung Budaya KH Riza Yusuf Hasyim.
Pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas santri seperti nasi kikil Gus Dur, sebagai upaya membangkitkan ekonomi lokal berbasis budaya pesantren, tambahnya.
Inovasi dan Kemandirian Ekonomi Santri
BISANTREN 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi santri dan mahasiswa untuk mengeksplorasi ide-ide bisnis yang berdampak positif. Dengan fokus pada keberlanjutan dan dampak sosial, program ini memberikan peluang bagi para peserta untuk mengembangkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Selain itu, kerja sama dengan koperasi pesantren memastikan bahwa program ini dapat berkelanjutan bahkan setelah kompetisi berakhir. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak dalam mendukung pengembangan ekonomi santri.