Bisnis Kaesang Tumbang, Saham Anjlok dan Pemecatan Massal

admin.aiotrade 09 Okt 2025 2 menit 19x dilihat
Bisnis Kaesang Tumbang, Saham Anjlok dan Pemecatan Massal
Bisnis Kaesang Tumbang, Saham Anjlok dan Pemecatan Massal

Perusahaan Pengolah Udang yang Dikaitkan dengan Kaesang Pangarep Mengalami Kekacauan

Setelah Presiden Joko Widodo tidak lagi menjabat, sejumlah bisnis yang dikaitkan dengan putranya, Kaesang Pangarep, mengalami penurunan signifikan. Salah satu perusahaan yang paling terkena dampak adalah PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), sebuah perusahaan pengolah udang asal Situbondo yang sahamnya sempat dibeli oleh Kaesang melalui PT Harapan Bangsa Kita.

Saat ini, PMMP berada di ambang kehancuran. Saham perusahaan tersebut telah dibekukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat ketidakpatuhan dalam menyampaikan laporan keuangan. Selain itu, perusahaan juga belum menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) selama lebih dari enam bulan setelah tahun buku berakhir, yang merupakan pelanggaran serius dalam tata kelola korporasi publik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Harga saham PMMP kini turun drastis menjadi hanya Rp50 per lembar, turun sebesar 57,53 persen dalam setahun terakhir. Sebelumnya, saat Kaesang memasuki perusahaan pada November 2021, saham PMMP sempat melonjak dan menjadi primadona di sektor perikanan.

Laporan keuangan terakhir yang masih dapat diakses di laman BEI menunjukkan kondisi keuangan yang sangat memprihatinkan. Pada November 2024, PMMP mencatat kerugian sebesar US$15,26 juta atau sekitar Rp253 miliar (kurs Rp16.600/US$). Padahal, setahun sebelumnya, saat Jokowi masih menjabat, perusahaan tersebut mencatat laba sebesar US$5,29 juta.

Pendapatan perusahaan juga anjlok drastis hingga 57,99 persen, dari US$150,86 juta menjadi hanya US$63,37 juta. Aset total tercatat sebesar US$299,26 juta, dengan liabilitas mencapai US$228,11 juta dan ekuitas hanya tersisa US$71,14 juta.

Dalam keterbukaan informasi BEI tertanggal 28 Oktober 2024, manajemen PMMP mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji karyawan. Mereka berdalih bahwa penurunan pendapatan operasional membuat kas perusahaan menipis. “Beberapa kewajiban kepada karyawan tertunda akibat turunnya pendapatan operasional dalam beberapa bulan terakhir,” tulis manajemen saat itu.

Meskipun demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut “tidak memengaruhi kelangsungan usaha.” Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pabrik mulai mengurangi produksi dan kehilangan investor, termasuk tekanan terhadap citra bisnis yang dikaitkan dengan Kaesang.

PHK Massal dan Sorotan DPRD

Masalah tidak berhenti pada laporan keuangan. Pabrik PMMP di Situbondo dikabarkan telah memecat 200 pekerja akibat menurunnya kinerja produksi dan tekanan finansial. Kasus tersebut bahkan mendapat perhatian serius dari DPRD Situbondo.

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, M. Faisol, sempat mengirim surat kepada manajemen PMMP agar mencari solusi yang manusiawi atas gelombang PHK tersebut. Muncul pula dugaan bahwa perusahaan akan berganti nama menjadi PT Landangan Makmur Situbondo (LMS), sebagai langkah restrukturisasi bisnis.

Perusahaan ini kini berada di ujung tanduk, dengan berbagai isu yang mengancam keberlanjutannya. Tantangan besar menghadang, baik dari sisi keuangan maupun operasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan