
Kinerja ETF Bitcoin di AS Mencatat Rekor Baru
Pada bulan Oktober, produk spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) di Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja yang luar biasa. Dalam seminggu terakhir, Bitcoin ETF mencatat arus masuk bersih (inflow) sebesar US$3,24 miliar, menjadi rekor tertinggi kedua sejak peluncurannya. Angka ini hanya sedikit tertinggal dari rekor sebelumnya senilai US$3,38 miliar pada pekan yang berakhir 22 November 2024.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Lonjakan ini menandai perubahan signifikan setelah pekan sebelumnya mencatat arus keluar (outflow) senilai US$902 juta. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin ETF, meningkat pesat. Para analis mengatakan bahwa lonjakan ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Sentral AS (The Fed), yang memengaruhi sentimen pasar terhadap aset berisiko seperti kripto.
Iliya Kalchev, analis di platform aset digital Nexo, menyebutkan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga AS memicu pergeseran sentimen dan menarik kembali permintaan investor terhadap Bitcoin ETF. Ia juga menambahkan bahwa arus masuk ETF selama empat pekan terakhir telah mencapai hampir US$4 miliar.
Jika tren ini terus berlanjut, arus dana di kuartal IV berpotensi menyerap lebih dari 100.000 BTC dari sirkulasi, lebih dari dua kali lipat jumlah Bitcoin baru yang diterbitkan. Percepatan penyerapan oleh ETF terjadi seiring berkurangnya aksi jual dari investor jangka panjang, membantu Bitcoin membangun level dasar yang lebih kuat di area dukungan teknikal penting.
Harga Bitcoin Mengalami Peningkatan Signifikan
Reli ETF ini turut mendorong harga Bitcoin sempat menembus level US$123.996 pada Jumat (3/10), tertinggi dalam enam minggu terakhir atau sejak 14 Agustus lalu, berdasarkan data TradingView. Pendiri Capriole Investments, Charles Edwards, menilai kenaikan di atas US$120.000 membuka peluang pergerakan cepat menuju rekor tertinggi baru di kisaran US$150.000 sebelum akhir 2025.
Menurut Kalchev, ETF kini menjadi barometer paling jelas bagi sentimen pasar kripto. Uptober menunjukkan tanda-tanda kuat terjadinya reli awal kuartal IV, didorong oleh aliran dana ETF, momentum musiman, dan kebijakan moneter yang cenderung dovish.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Momentum Bitcoin
Meski demikian, momentum Bitcoin ke depan masih akan dipengaruhi sejumlah faktor makro penting. Salah satunya adalah pidato Ketua The Fed Jerome Powell dan publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Selain itu, investor juga menanti laporan ketenagakerjaan AS yang tertunda akibat penutupan sebagian pemerintah AS, kejadian pertama sejak 2018.
Secara historis, Oktober dikenal sebagai bulan yang bullish bagi Bitcoin. Berdasarkan data CoinGlass, rata-rata imbal hasil bulanan Bitcoin mencapai 20% di Oktober, 46% di November, dan sekitar 4% di Desember.
Informasi Terkini tentang Harga Bitcoin
Sebagai informasi, berdasarkan data Coinmarketcap pada Sabtu (4/10/2025) pukul 18.43 WIB, harga Bitcoin berada pada level US$122.125, naik 1,44% atau naik dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar kripto tetap stabil dan memiliki potensi untuk terus berkembang.