
Bitcoin Kembali Menguat, Menembus Level Psikologis
Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan signifikan di akhir pekan. Aset kripto terbesar di dunia itu berhasil menembus level psikologis penting dan mendekati rekor tertingginya, memicu optimisme baru di pasar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sejumlah analis menilai bahwa Bitcoin sedang bersiap memasuki fase kenaikan harga berikutnya atau price discovery rally. Fase ini bisa dimulai lebih cepat dari perkiraan.
Pada Minggu (5/10/2025), Bitcoin naik hampir 3 persen dan mencapai 125.154,80 dolar AS, setara sekitar Rp2,07 miliar per keping. Kenaikan ini menandai level tertinggi dalam dua bulan terakhir, setelah sempat terkoreksi pada pekan sebelumnya. Secara total, nilai Bitcoin telah menguat sekitar 14 persen dari titik terendahnya.
Awal pekan ini, BTC berhasil kembali ke zona 115.000–117.000 dolar AS (sekitar Rp1,9–Rp1,94 miliar) yang sebelumnya menjadi area penopang penting di awal kuartal ketiga. Dari sana, harga terus menanjak hingga menembus batas 120.000 dolar AS (sekitar Rp1,99 miliar) pada Kamis.
Analis kripto Rekt Capital mencatat bahwa Bitcoin mampu menutup perdagangan harian di atas level tersebut tanpa perlu menguji ulang posisi 117.000 dolar AS. Menurutnya, pergerakan seperti ini secara historis sering kali menjadi sinyal menuju level resistensi 123.000 dolar AS (sekitar Rp2,04 miliar) dan berpotensi mendorong harga ke rekor tertinggi baru.
“Penutupan harian di atas 120.000 dolar AS, diikuti dengan pengujian ulang yang sukses, secara historis mendahului pergerakan menuju resistensi 123.000 dolar AS. Polanya sangat mirip dengan kinerja harian yang membawa Bitcoin ke rekor 124.474 dolar AS pada pertengahan Agustus,” ujar Rekt Capital.
Prediksi Analis Mengenai Pergerakan Harga
Sementara itu, pengamat pasar Ted Pillows mengatakan jika Bitcoin mampu bertahan di kisaran 120.000–121.000 dolar AS, maka peluang untuk mencapai level tertinggi baru semakin besar. Namun, bila area tersebut kembali jebol, harga berpotensi turun untuk menguji dukungan di 117.000 dolar AS.
Meski begitu, ia menilai risiko koreksi besar dalam waktu dekat relatif kecil. “BTC secara historis mencapai titik terendah pada September. Sejak 2016, Bitcoin telah mencapai titik terendah tujuh kali di bulan itu. Secara historis, ini berarti titik terendah BTC kemungkinan besar telah tercapai dan tidak akan turun di bawah 107.000 dolar AS (sekitar Rp1,77 miliar),” kata Ted Pillows.
Analis lain, Crypto Jelle, memperkirakan reli harga baru bisa dimulai paling cepat minggu depan. Ia menilai penutupan mingguan di atas 120.000 dolar AS akan menjadi dasar kuat bagi kenaikan pada kuartal keempat tahun ini.
Potensi Masuknya Bitcoin ke Fase Baru
Rekt Capital juga menyoroti potensi masuknya Bitcoin ke fase baru yang disebut Price Discovery Uptrend 3. Ia menyusun proyeksi waktu puncak harga berdasarkan pola pasca-halving sebelumnya.
Menurutnya, Bitcoin sempat mencapai puncak sekitar 520 hari setelah peristiwa halving pada 2016 dan 550 hari setelah halving 2020. Dengan pola itu, siklus kali ini diperkirakan bisa berlanjut hingga dua minggu sampai dua bulan ke depan.
“Jika kita melihat siklus empat tahun, hal terpenting adalah menyelesaikan semuanya dalam candle pertama. Itu secara historis yang terjadi,” ujarnya. “Jadi, setidaknya dua minggu dan mungkin masih satu setengah bulan hingga maksimal dua bulan. Tapi di luar itu, saya tidak berpikir kita akan memperpanjangnya,” sambungnya.
Dalam analisisnya, Rekt Capital menyebut kemungkinan puncak harga bisa terjadi sekitar pertengahan November. Ia memperkirakan waktu puncak setiap siklus bertambah sekitar 30 hari dari siklus sebelumnya, yang berarti Bitcoin dapat mencapai fase tertingginya sekitar 580 hari setelah halving.