Bitcoin menghadapi candle merah pertama setelah halving, harga bertahan di US$88.000

admin.aiotrade 28 Des 2025 2 menit 26x dilihat
Bitcoin menghadapi candle merah pertama setelah halving, harga bertahan di US$88.000

Perkembangan Harga Bitcoin di Akhir Tahun 2025

Harga Bitcoin (BTC) menghadapi tantangan besar dalam menjelang penutupan tahun 2025. Berdasarkan data yang tersedia, harga BTC masih berada di kisaran US$88.000, dengan risiko membentuk candle tahunan merah pertama sejak peristiwa halving. Hal ini menunjukkan potensi penurunan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pergerakan harga BTC terlihat relatif datar dalam dua hari terakhir, dengan volatilitas yang sangat rendah. Pada Jumat lalu, terjadi aksi fakeout yang dipengaruhi oleh jatuh tempo opsi Bitcoin senilai US$24 miliar. Aksi tersebut dinilai memperburuk situasi pasar dan memberi tekanan pada ruang gerak harga.

Namun, beberapa analis tetap optimis bahwa harga Bitcoin bisa pulih sebelum akhir tahun. Salah satu indikator yang menjadi dasar optimismenya adalah sinyal bullish divergence pada indikator RSI di grafik tiga hari. Trader Jelle menyampaikan bahwa Bitcoin telah mengunci bullish divergence tiga hari tepat di atas area support kunci. Dua titik bottom sebelumnya juga terbentuk dengan pola serupa, sehingga ada harapan bahwa sejarah akan terulang.

Faktor musiman juga turut memengaruhi ekspektasi pemulihan harga. Trader BitBull menilai awal Januari berpotensi menjadi katalis reli harga, karena institusi mulai mengalokasikan dana ke aset yang sebelumnya kurang optimal. Hal ini bisa memicu breakout dari garis tren dan mendorong harga menuju US$100.000.

Sementara itu, analis Aksel Kibar menilai fase konsolidasi saat ini wajar mengingat lonjakan tajam yang terjadi pada kuartal III. Ia menekankan bahwa volatilitas bersifat siklikal. Setelah fase volatilitas tinggi, biasanya diikuti periode volatilitas rendah hingga muncul pola teknikal yang jelas.

Tantangan utama Bitcoin saat ini terletak pada performa tahunan. Hingga mendekati penutupan tahun, BTC tercatat turun sekitar 6,1% secara year-to-date (YTD). Kondisi ini membuka peluang terbentuknya candle tahunan merah pertama setelah peristiwa halving, yang berpotensi menggoyahkan teori siklus empat tahunan Bitcoin.

Keith Alan, co-founder Material Indicators, menekankan pentingnya harga penutupan tahunan dibandingkan sekadar pergerakan intraday. Ia menulis bahwa wick di atas atau di bawah level kunci adalah hal wajar. Yang paling penting adalah harga penutupan.

Ia menambahkan bahwa level pembukaan tahunan di sekitar US$93.500 masih berpeluang diuji kembali sebelum akhir tahun. Jika Bitcoin gagal menembus level tersebut, maka penutupan tahun 2025 berpotensi menjadi catatan penting yang menantang narasi klasik siklus empat tahunan di pasar kripto.

Data Terkini Harga Bitcoin

Mengutip data Coinmarketcap pada pukul 21.50 WIB, harga Bitcoin berada di level US$87.934. Dalam 24 jam terakhir, harga naik sebesar 0,52%, namun dalam sepekan terakhir, harga turun sebesar 0,02%. Pergerakan ini menunjukkan ketidakstabilan pasar yang masih terus berlangsung hingga akhir tahun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan