Bitcoin Pecahkan Rekor di Tengah Ketegangan Politik AS

admin.aiotrade 05 Okt 2025 3 menit 33x dilihat
Bitcoin Pecahkan Rekor di Tengah Ketegangan Politik AS

Bitcoin Kembali Rekor Tertinggi

Bitcoin kembali mencetak rekor harga tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, dengan naik sekitar 2 persen menjadi 125.154,80 dolar AS atau sekitar Rp 2,07 miliar per keping (kurs Rp16.583 per dolar AS) pada Minggu (5/10/2025). Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat di level 124.000 dolar AS pada pertengahan Agustus 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Lonjakan harga Bitcoin terjadi di tengah ketidakpastian politik di Amerika Serikat akibat penutupan sebagian operasi pemerintah yang telah berlangsung selama tiga hari. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai stabilitas fiskal negara tersebut.

Dalam sepekan terakhir, nilai Bitcoin sudah melonjak sekitar 12 persen. Menurut analis dari Standard Chartered, Geoff Kendrick, penutupan pemerintah kali ini memiliki dampak yang lebih signifikan dibandingkan penutupan sebelumnya pada masa pemerintahan Trump antara 22 Desember 2018 hingga 25 Januari 2019.

"Selama penutupan pemerintah Trump sebelumnya, Bitcoin berada dalam posisi berbeda, jadi dampaknya kecil," ujar Kendrick. "Namun, kali ini Bitcoin bereaksi lebih kuat terhadap risiko pemerintah AS, terlihat dari korelasinya dengan premi jangka waktu obligasi pemerintah."

Standard Chartered memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan terus meningkat dan berpotensi menembus angka 135.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,24 miliar per keping. Perkiraan ini didasarkan pada tren positif yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Peningkatan Minat Investor

Investor juga semakin meningkatkan posisi mereka di aset lindung nilai lain, seperti emas. Harga emas spot naik 0,5 persen menjadi 3.876,55 dolar AS per ons atau sekitar Rp 64,3 juta. Sepanjang pekan, logam mulia itu sudah naik lebih dari 2 persen.

Selain itu, pasar saham Amerika Serikat juga ikut menguat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,5 persen dan 0,27 persen pada perdagangan Jumat. Meskipun demikian, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar.

Tren Pasar Finansial Global

Peningkatan harga Bitcoin dan emas menunjukkan adanya pergeseran dalam strategi investasi para investor. Banyak dari mereka mencari aset yang dapat memberikan perlindungan terhadap fluktuasi ekonomi dan politik global.

Tren ini juga menunjukkan bahwa pasar finansial global sedang mengalami transformasi. Dari tradisional hingga digital, banyak investor kini lebih memilih aset yang tidak terikat langsung dengan sistem moneter konvensional.

Potensi Pertumbuhan Masa Depan

Dengan situasi politik yang masih memicu ketidakpastian, Bitcoin dan aset lainnya seperti emas bisa menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi portofolio mereka. Prediksi dari lembaga keuangan ternama seperti Standard Chartered memberikan gambaran bahwa potensi pertumbuhan harga masih sangat besar.

Perkembangan ini juga memicu diskusi tentang bagaimana regulasi dan pengelolaan aset digital akan berubah di masa depan. Seiring dengan semakin tingginya minat investor, penting bagi pemerintah dan lembaga keuangan untuk terus memperkuat kerangka regulasi yang mendukung pertumbuhan pasar secara sehat dan stabil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan