Bitcoin Tembus USD 90.000, Trader Optimis Pemulihan Tahun Baru

admin.aiotrade 29 Des 2025 2 menit 22x dilihat
Bitcoin Tembus USD 90.000, Trader Optimis Pemulihan Tahun Baru

Harga mata uang kripto, Bitcoin, mengalami peningkatan yang signifikan dan berhasil menembus ambang batas USD 90.000. Pada perdagangan Senin (29/12), di Singapura, harga Bitcoin melonjak sebesar 3,1 persen hingga mencapai USD 90.200.

Selain Bitcoin, mata uang kripto lainnya seperti Ethereum juga mengalami penguatan. Harga Ethereum meningkat sekitar 4 persen dan berhasil melewati level USD 3.000. Pergerakan ini menunjukkan adanya optimisme di pasar kripto setelah beberapa minggu terakhir mengalami tekanan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebastian Bea, Chief Investment Officer ReserveOne Inc., perusahaan pengelola treasury kripto, menyatakan bahwa lonjakan harga pada hari Senin ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh trader ritel jangka pendek yang mulai memperluas posisi mereka di pasar futures. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor individu terhadap aset kripto semakin meningkat.

Peningkatan harga Bitcoin terjadi setelah sebelumnya pasar kripto cenderung stagnan meskipun pasar saham AS, khususnya indeks S&P 500, mencatat rekor tinggi menjelang Natal. Kondisi ini menunjukkan bahwa tren positif di pasar tradisional belum sepenuhnya berdampak pada pasar kripto.

Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini masih dalam proses pemulihan setelah menghadapi tekanan selama beberapa pekan terakhir sejak Oktober. Penyebab utamanya adalah likuidasi sekitar USD 19 miliar dari posisi leverage. Dampaknya, banyak investor mengalami kerugian dan memilih untuk keluar dari pasar.

Berdasarkan data dari CryptoQuant, indikator sentimen pasar kripto, yaitu funding rate Bitcoin, kini berada di level tertinggi sejak 18 Oktober. Angka ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap kenaikan harga Bitcoin. Namun, meski ada tanda-tanda positif, minat di pasar futures belum sepenuhnya pulih.

Meskipun harga Bitcoin telah naik dari level terendahnya, angka tersebut masih jauh di bawah puncak sebelumnya. Rekor tertinggi Bitcoin tercatat pada 6 Oktober lalu, dengan harga mencapai USD 126.251. Ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar pulih dan kembali ke level sebelumnya.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi perkembangan harga Bitcoin antara lain:
Perkembangan regulasi di berbagai negara.
Stabilitas ekonomi global.
Perubahan permintaan dari investor institusi.
Fluktuasi di pasar saham dan obligasi.

Dengan situasi saat ini, para analis memprediksi bahwa harga Bitcoin akan terus mengalami fluktuasi. Namun, jika kondisi pasar tetap stabil dan minat investor terus meningkat, maka potensi kenaikan harga masih sangat mungkin terjadi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan